Di Jawa Tengah terdapat tiga bangsa itik lokal, yaitu itik Tegal, itik Magelang dan itik Pengging. Dua bangsa pertama sangat dikenal masyarakat luas karena telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai rumpun itik lokal. Itik Tegal ditetapkan sebagai rumpun itik lokal berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No 2922/Kpts/OT.1406/6/2011 tanggal 17 Juni 2011, sedangkan Itik Magelang telah ditetapkan sebagai rumpun itik lokal berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No 701/Kpts/PD.410/2/2013 tanggal 13 Februari 2013. Makna dari penetapan rumpun adalah pengakuan terhadap itik Tegal dan Magelang sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.
Dasar penetapan rumpun itik itu sendiri adalah adanya ciri khas yang dipunyai oleh bangsa itik tersebut pada beberapa sifat kualitatif dan kuantitatif. Meskipun telah ditetapkan sebagai rumpun itik lokal oleh pemerintah, pada kenyataannya fenotipik itik Tegal ataupun itik Magelang masih bervariasi, sehingga masih ditemui kesulitan manakala akan ditetapkan sebagai bibit. Hal tersebut terjadi karena masih terjadi perkawinan yang tidak terkontrol dan tidak adanya seleksi yang terstruktur. Sistem seleksi yang tidak diprogram dengan baik dan tidak adanya standar seleksi menyebabkan keragaman genetik yang tinggi pada tingkat populasinya. Di lapangan terindikasi ada penurunan performa itik dari waktu ke waktu.
Potensi dan arah pengembangan itik dititikberatkan pada perbaikan bibit dalam rangka meningkatkan produktivitasnya. Peningkatan mutu genetik itik Magelang dilakukan melalui dua cara secara bergantian, yaitu aplikasi sistem perkawinan dan seleksi. Upaya-upaya untuk menerapkan sistem perkawinan dan seleksi yang terprogram yang keduanya sebagai kunci pencapaian peningkatan mutu genetik ternak dengan muara akhir peningkatan produktivitas. Upaya inilah yang dilakukan dalam kerja sama penelitian antara peneliti peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Keterangan lebih lanjut dapat ditemukan dalam Konservasi Itik Magelang Final: Pemurnian Galur Itik Magelang.