Terumbu karang merupakan ekosistem yang kompleks yang berfungsi sebagai tempat pemijahan, daerah asuhan juga tempat tinggal bagi ribuan biota laut maupun melindungi pantai dari gempuran gelombang. Akan tetapi ekosistem terumbu karang sangat rentan terhadap gangguan lingkungan seperti penurunan salinitas, sedimentasi, pemanfaatan tidak ramah lingkungan dan bencana alam.

Secara umum kerusakan terumbu karang yang terjadi berupa karang mati dari karang massive dan branching. Kerusakan pada karang massive berupa karang mati ditumbuhi alga yang dipicu oleh penyakit karang. Kejadian tersebut diduga diakibatkan oleh menurunnya kualitas perairan akibat sedimentasi. Sedangkan, kerusakan pada karang bercabang (branching) ditemukan berupa pecahan karang (rubble) dari genus Acropora. Kerusakan tersebut diduga diakibatkan oleh gelombang dan aktivitas manusia.

Pulau Panjang yang terletak di dekat Stasiun Kelautan Universitas Diponegoro, Jepara, Jawa Tengah memiliki ekosistem terumbu karang yang mengalami penurunan kondisi dari tahun ke tahun hanya 57% dalam kategori sedang. Penyebabnya antara lain adalah adanya penambangan ilegal terumbu karang yang dilakukan oleh masyarakat pesisir, adanya pembangunan beberapa dermaga baru dan pembangunan sea wall atau bronjong. Banyaknya aliran sungai yang bermuara di perairan Jepara yang membawa run off daratan dan padatnya aktivitas manusia juga menimbulkan tekanan lingkungan terhadap ekosistem terumbu karang di Pulau Panjang yang ditunjukkan tingginya kekeruhan dan resuspensi.

Universitas Diponegoro mencoba berkontribusi untuk menyelamatkan kondisi terumbu karng agar tidak semakin rusak dengan melakuakn berbagai upaya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah konservasi terumbu karang di Pulau Panjang melalui kegiatan rehabilitasi dengan melakukan implementasi inovasi terumbu karang buatan Artificial Patch Reefs (APR). Artificial Patch Reefs (APR) adalah struktur terumbu buatan tersusun atas modul blok beton melingkar bertingkat dan dipasang di sekitar terumbu karang alami serta pada permukaan substratnya dilakukan transplantasi karang. Pemasangan APR diharapkan dapat tercipta habitat baru sebagai pengganti terumbu karang yang telah rusak, dan berdampak terhadap bertambahnya keragaman hayati di perairan Pulau Panjang. Keterangan lebih lanjut tentang inovasi terumbu karang buatan atau APR ini dapat dilihat di Inovasi Konservasi dan Rehabilitasi Karang dengan Artifial Patch Reefs.