Kekayaan flora di tanah Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Kesuburan tanah Indonesia menjadi alasan tumbuh suburnya berbagai tanaman, baik tanaman konsumsi sehari-hari maupun tanaman langka yang perlu dilestarikan. Pelestarian tanaman langka bisa dilakukan oleh siapapun dan dengan cara apapun. Salah satu cara pelestarian tanaman langka adalah dengan pendekatan ilmiah melalui cara identifikasi klasifikasi ilmiah dan anatominya.
Identifikasi tanaman langka secara ilmiah dipilih UNDIP sebagai langkah pelestarian tanaman langka. UNDIP menanam berbagai tanaman langka di sehampar area yang diberi nama Pojok Tanaman Langka. Tanaman-tanaman langka yang ada di Pojok Tanaman Langka diidentifikasi ciri-cirinya kemudian diinventarisasi dalam sebuah buku katalog. Buku Katalog Tanaman disusun oleh UNDIP dengan tujuan menginventarisasi berbagai jenis tanaman langka yang ada di Pojok Tanaman Langka Kampus Universitas Diponegoro yang berisi klasifikasi ilmiah dan keterangan anatomi tanaman, serta peta lokasi tanaman.
Pojok Tanaman Langka diresmikan oleh Rektor Undip pada tanggal 19 April 2013, dan masih terawat dengan baik hingga sekarang. Pojok Tanaman Langka ini merupakan bentuk komitmen yang nyata oleh Undip dalam menjaga kelestarian sumberdaya genetik tanah air khususnya tanaman, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Berbagai tanaman langka mengisi Pojok Tanaman langka merupakan sumbangan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Pengelolaan dari Pojok Tanaman Langka ini dipercayakan kepada pengelola UPT Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro. Tanaman yang diinventarisasi dalam Buku Katalog Tanaman Langka antara lain: Kenari, Kepuh, Kayu Manis, Tanjung, Bisbol, Salam, Walikunkun, Janglot, Duwet Putih, Dewandaru, Jambu Mawar, Kasumba, Kecapi, Kemiri, Kemining, Kepel, Kuntobimo, Pronojiwo, Spatodea, Walisongo.
Buku Katalog Tanaman Langka: Pojok Tanaman Langka