Pucung – Tirto, Pekalongan. Rabu 16 Januari 2019, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berkesempatan mengunjungi industri batik tulis rumahan. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan batik tulis tradisional. Berlokasi di kediaman bapak Mulyono ketua RT 08 Desa Pucung. Beliau termasuk warga yang masih mengerjakan batik tulis diantara warga lain yang memilih bidang konveksi. Hal ini dilakukan agar tetap menjaga warisan dari leluhur keluarga.

Bapak78335 Mulyono membeberkan beberapa bahan yang dipakai dan tahap tahap pembuatan batik tulis. Alat dan bahan yang dibutuhkan seperti wajan kecil, kompor, canting, kain mori, lilin batik, kertas karbon, dan pewarna tekstil. Sedangkan proses pembuatan terdiri dari beberapa tahap.

Untuk tahap pertama diawali dengan menggambar pola pada kain. Kertas karbon disisipkan didalam kain kemudian diatasnya ditambahkan kertas pola barulah kain di tutup kembali. Mulai menggambar pola nenggunakan pulpen memanfaatkan kertas pola yang terlihat dibalik kain.

Tahap kedua setelah kain selesai diberi pola selanjutnya adalah dicantingi, yakni proses pemberian lilin dengan canting pada motif yang sudah dibuat. Bertujuan untuk menutup permukaan kain yang tidak ingin diwarna. Proses inilah asal nama dari batik tulis.

 

Tahap ketiga, yaitu pemberian warna pada kain. Kain dicelupkan kedalam cairan pewarna tekstil secara merata. Pewarna tekstil dipilih karena warna yang dihasilkan lebih cerah dan tahan lama jika dibandingkan dengan pewarna alami. Kain yang telah berwarna kemudian dijemur hingga kering.

78336

Tahap keempat, setelah kain berwarna kering kemudian dicantingi lagi. Tahap ini dilakukan untuk mempertahankan warna yang diinginkan dengan cara menutupnya menggunakan lapisan lilin.

Tahap terakhir disebut dengan ngelorot. Ini merupakan tahap penghilangan lilin pada kain, dengan cara merebus kain pada tong berisikan air mendidih. Kain sesekali diaduk dan dangkat menggunakan kayu panjang. Jika dirasa lilin sudah hilang kain batik dicuci dalam air dingin untuk menghilangkan sisa-sisa warna maupun kotoran. Tahap terakhir adalah penjemuran dan batik siap digunakan.

Itulah beberapa tahap pembuatan batik tulis. Karena prosesnya yang cukup lama dan sulit maka tak heran harga batik tulis sedikit lebih mahal dari batik cap.

Editor : Solikhin