Gedong (15/2) – Tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang mengadakan kegiatan membangun resapan tambahan melalui teknik bioppori untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mencegah banjir. Irvan Adi Fitriyanto selaku mahasiswa dari tim pengabdian masyarakat memberikan sedikit materi tentang resapan tambahan bioppori tersebut, kemudian bersama-sama dengan warga desa tim mengajak untuk kerja bakti membangun resapan tambahan yang sudah dikonsep oleh mahasiswa tersebut.

Biopori adalah teknologi alternatif dan sederhana untuk penyerapan air hujan selain dengan sumur resapan. Istilah keren untuk biopori adalah istana cacing, walaupun sebenarnya penghuni biopori bukan hanya cacing. Selain untuk resapan air, biopori juga berguna sebagai pengolah sampah rumah tangga yang dapat diterapkan di lahan pemukiman perkotaan yg sempit.

Tidak perlu halaman yang luas untuk membuat biopori. Biopori dapat dibuat di rumah yang halamannya terbatas karena ukuran diameternya hanya sekitar 10 cm. Bahkan bisa dilakukan di bangunan-bangunan modern yang halamannya telah di beton atau di semen. Tentu saja harus ada pengorbanan yang dilakukan, yaitu dengan melakukan pelubangan terhadap beton dan semen — memang memakan biaya — namun perlu dilakukan karena sangat bermanfaat untuk mencegah banjir, memperbanyak cadangan air tanah, juga mengurangi sampah buangan.