SLEMAN – Dewasa ini berkembang trend kembali ke alam, dalam hal pengobatan obat tradisional seperti Jamu mendapatkan tempatnya tersendiri di dalam masayarakat. Masyarakat semakin memahami keunggulan penggunaan obat tradisional, antara lain bahan yang organik, mudah didapat, harga yang cenderung lebih rendah , dan mempunyai efek samping yang minimal.

Salah satu sentra usaha jamu tradisional yang masih bertahan adalah Sentra Jamu “Bima Sejahtera” yang terletak di Dusun Gesikan, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sentra Industri Kecil Mandiri (IKM) ini mempunyai anggota pengrajin jamu sejumhlah 30 pengrajin jamu dengan omzet sentra jamu perhari lebih kurang mencapai Rp 100.000,00 untuk satu anggota .

Sentra Jamu Bima Sejahtera bermula secara turun temurun dengan produknya jamu gendong, yang mempunyai pangsa pasar mencapai wilayah Prov Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. “Namun pelaku usaha terkendala dalam menciptakan produk berkualitas, berdaya saing tinggi dan berorientasi pasar,” kata Singgih Saptadi, Ketua tim pendampingan di Desa Merdikerejo, Tempel, Sleman, Sabtu 22 Juni 2019. Selama pendampingan dilakukan Singgih juga dibantu oleh akademisi Departemen Teknik Industri Universitas Diponegoro diantaranya Arfan Bakhtiar,Denny Nurkertamanda, Sriyanto, Yusuf Widharto , dan Ahmad Najib.

Pendampingan dilakukan dengan metode partisipatif dimana keterlibatan masyarakat dalam pertemuan serta diskusi dan simulasi yang dilaksanakan menjadi sangat berarti. Dengan metode ini diharapkan pelaku usaha dapat memahami materi yang disampaikan.