
SEMARANG- Sampah plastik merupakan limbah yang sangat berbahaya dan dapat mengganggu kestabilan lingkungan serta keberlanjutan sumber daya alam khususnya di daerah pesisir, karena sampah plastik sangat sulit terurai.
Krisis sampah di Indonesia semakin pelik, dapat dilihat dari banyaknya sampah plastik yang semakin menggunung, hal ini diakibatkan karena belum ditemukannya solusi yang tepat utuk mengatasi permasalahan tersebut,” kata Fella Suffa Azzahra, tim pengabdian Undip di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang
Selama pengabdian ini Fella juga dibantu oleh Dwi Kritiyasari, dan Ratna Dwi Ayuni dalam pendampingan permasalahan sampah plastik di Mangunharjo, Semarang.
Daerah Mangunharjo mempunyai banyak potensi sumberdaya alam, namun akhir-akhir ini lingkungan pesisir tersebut mengalami degradasi yang salah satunya diakibatkan karena semakin banyaknya sampah yang bermuara disekitar pesisir dan kebanyakan adalah sampah plastik.
“Untuk menanggulangi sampah plastik beberapa pihak mencoba untuk membakamya. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempuma dan tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempuma sehingga akan menjadi dioksin di udara,” tambahnya.
Dalam rangka memanfaatkan sampah plastik tersebut menjadi bahan bakar, dimana bahan bakar tersebut nantinya bisa digunakan bagi para nelayan untuk menjalankan diesel tambak dan perahu. “Serta sebagai salah satu bentuk upaya untuk menjaga lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai perekonomian masyarakat Desa Mangunharjo,” ungkapnya.