Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Hingga Permasalahan Desa Klareyan Tahun 2019
Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) Hingga Permasalahan Desa Klareyan Tahun 2019

Musrenbang desa merupakan forum musyawarah tahunan para pemangku kepentingan desa untuk menyepakati Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP) dengan tahun anggaran yang telah direncanakan. Musrenbang desa dilaksanakan ketika para petinggi desa telah dilantik dan dan menyusun rencana pembangunan desa selama kepala desa menjabat dalam satu periode. Setiap desa diamanatkan untuk menyusun dokumen rencana 6 tahunan yaitu RPJM Desa dan dokumen rencana tahunan yaitu RKP Desa.

Pada Musrebang desa Klareyan dilaksanakan di Pendopo balai desa Klareyan pada tanggal 10 Juli 2019 yang dihadiri oleh Perangkat Desa, BPD, LSM, perwakilan ibu PKK, dan para tokoh masyarakat desa Klareyan. Dalam rapat ini memaparkan berbagai permasalahan yang ada di desa serta rencana pembangunan desa Klareyan selama Pak Wiharnyo menjabat. Potensi yang ada di desa Klareyan ini memiliki 3 potensi utama yaitu di bidang pertanian, peternakan, dan pemberdayaan wisata pantai. Desa Klareyan sendiri rata-rata bermatapencaharian sebagai petani, dengan luas lahan 535 hektar. Dalam bidang peternakan sendiri terdapat potensi utama yaitu peternakan ayam arab dan telur beromega tinggi. Dan yang terakhir yaitu potensi wisata desa Klareyan pantai Joko Tingkir sepanjang 200 meter.

Dalam rapat Musrenbang ini, pak Wiharnyo mengungkapkan rencana pembangunan desa yang meliputi pengaspalan jalan, normalisasi buangan, penataan lingkungan balai desa, senderan, normalisasi saluran irigasi, jalan usaha tani, revitalisasi pintu/box pembagi air, pengadaan/pembangunan sarana bantu irigasi, pengadaan tanah makam, pengelolaan sampah, dan yang terakhir normalisasi bekas dampar. Dikarenakan potensi utama desa ini dalam bidang pertanian, pak Kepala Desa mengungkapkan kesedihannya tentang berbagai permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa Klareyan ini terutama di dalam bidang pertanian yang mengalami gagal panen hampir 50% dikarenakan saluran irigasi pertanian yang tidak menyebar rata diberbagai sawah hingga menyebabkan apa yang ditanam di sawah mengalami kekeringan. “Problematika yang terjadi di desa ini meliputi masalah gagal panen, permasalahan selokan atau saluran air yang berhenti karena sampah yang tersumbat hingga permasalahan sampah yang menyebar dimana-mana” kata Pak Wiharnyo.

Jadi, kesimpulan yang ada di rapat ini yaitu permasalahan gagal panen yang hampir 50%, saluran selokan yang mampet hingga permasalahan sampah yang menumpuk. Rapat Musrenbang yang dihadiri oleh mahasiswa KKN dari Undip Semarang ini, Pak Kades sendiri meminta kepada mahasiswa untuk turut aktif dalam kegiatan di desa serta meminta tolong mahasiswa Undip ini untuk membuat perencanaan pembangunan pagar Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI) dan penataan tata letak Balai Desa Klareyan. Serta pak Kades sendiri meminta sumbangsih pemikiran dari para mahasiswa Undip untuk meminimalisir berbagai permasalahan yang ada di Desa Klareyan ini.

Editor:
Yanuar Yoga Prasetyawan, M.Hum.

Arya Rezagama, M.T

Dr. Eny Fuskhah, M.Si.