Randusari, Kabupaten Tegal-Ikan mengandung berbagai gizi seperti omega 3 dan protein yang baik untuk dikonsumsi manusia. Namun, ikan bersifat high perishable food sehingga perlu penanganan yang tepat sejak awal ditangkap sampai di tangan konsumen agar terjaga kualitasnya. Ikan segar merupakan ikan yang belum mengalami perlakuan pengawetan kecuali dengan pendinginan (chilling). Kesegaran ikan berpengaruh terhadap penerimaan konsumen. Masyarakat Desa Randusari sendiri telah memiliki kesadaran untuk mengkonsumsi ikan tetapi kurang dapat mengetahui kualitas ikan yang baik. Oleh karena itu, mahasiswa Tim KKN II UNDIP mengadakan pelatihan pengujian organoleptik dan formalin pada ikan segar. Pelatihan ini ditujukan kepada ibu-ibu RW 02. Selama pemaparan program disediakan sampel ikan segar dan ikan berformalin. Pelatihan ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan ciri ikan segar dan ikan berformalin. Ikan segar secara organoleptik mempunyai karakteristik kenampakan mata cerah dan cemerlang; bau segar spesifik jenis dan tekstur elastis, padat dan kompak sedangkan ikan berformalin dapat diidentifikasi secara sederhana dengan melihat fisik ikan yang mempunyai ciri-ciri antara lain insang berwarna pucat, kusam dan agak keputihan dan bila dipegang keras, kaku dan tegang.
ReviewByAriany
