
Tambaharjo (Juni, 2019) – Kegiatan PKUM yang telah dilaksanakan pada tahun I telah memberikan dampak positif bagi mitra Kelompok Wanita Tani “Mekar Sari” (KWT-MS) dan Kelompok Wanita Tani “Melati” (KWTM), melalui program-program tepat sasaran. Limbah tulang dan duri ikan sisa pembuatan nuget ikan yang sepenuhnya menggunakan daging ikan dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi stik dan pastel duri ikan. Produk olahan ini kaya akan kalsium dan mampu mendatangkan pendapatan tambahan bagi mitra binaan. Tidak hanya berdampak terhadap peningkatan pendapatan, kegiatan pengabdian juga berdampak positif bagi lingkungan, dengan konsep zero waste pemanfaatan duri dan tulang ikan sebagai bahan baku stik dapat menurunkan beban lingkungan akibat dekomposisi limbah. Hasilpengembangan stik duri mendapat respon posif dari konsumen, sejak mengikuti pameran Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM) di Pasar Pragola Pati, permintaan produk mitra semakin meningkat, sedangkan sarana prasarana atau alat produksi yang dimiliki mitra masih sangat terbatas baik dari segi kuantitas maupun akibat rendahnya teknologi yang digunakan, sehingga kurang mendukung permintaan pasar. Selain itu, Diperlukan ide segar dan kreatif lainnya untuk pengembangan pengembangan olahan ikan agar konsumen tidak jenuh dan konsistensi mitra binaan sebagai produsen makanan sehat dan ramah lingkungan terus terjaga.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun ke-2 (lanjutan) berkonsentrasi pada peningkatan kuantitas dan kualitas produk serta sosialisasi produk berbasis limbah tulang ikan. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangan alat dengan teknologi yang lebih maju dan diversifikasi produk agar lebih dikenal masyarakat luas. Diversifikasi olahan ikan yang dikembangkan pada pelaksanaan pengabdian tahun ke-2 ini adalah pembuatan abon ikan. Selama ini masyarakat lebih mudah menemukan abon yang terbuat dari daging sapi,sedangkan abon dari ikan masih terbatas produsennya. Padahal abon ikan memiliki protein yang tinggi. Pengembangan abon selain didasarkan atas pertimbangan tersebut, juga bertujuan untuk menekan biaya produksi pastel duri ikan yang selama ini isi abon dibeli dari abon sapi yang harganya cukup mahal.
Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan oleh tim pada kurun waktu setelahpenandatangan kontrak hingga sebelum MONEV internal LPPM antara lain sebagai berikut sosialisasi, penyuluhan, praktek pembuatan bakso dan abon ikan, bantuan alat produksi, perbaikan kemasan, pengujian analisis proksimat dan kandungan gizi produk,promosi produk serta pameran UMKM se Kabupaten Pati. Penyuluhan dilakukan dengan 2 (dua) tema yaitu : Penyuluhan Pertama mengambil topik dan tema tentang Sosialisasi penentuan harga dan BEP produk dan Penyuluhan kedua tentang Sosialisasi pemanfaatan limbah karapaks sumberdaya ikan jenis krustasea. Bantuan alat produksi yang diberikan kepada mitra adalah Food Processor, Mesin Spinner . Selain bantuan alat produksi, pada tahun ke-2 juga dilakukan maintenance alat-alat produksi yang dihibahkan pada tahun pertama, yaitu alat penggiling daging dan duri ikan serta mesin pencetak pasta. Kegiatan yang masih dalam proses adalah pembuatan dan desain label kemasan serta analisa laboratorium uji proksimat produk mitra. Output kegiatan ini sudah terlaksana dan tercapai sesuai rencana.