Pengembangan penelitian Environmental DNA (eDNA) saat ini sedang dilakukan terus-menerus oleh para peneliti. eDNA sangat penting untuk diteliti lebih lanjut mengingat bumi masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang melimpah. Dikutip dari https://balaikliringkehati.menlhk.go.id/tentang/balai-kliring-kehati/, biodiversitas atau kekayaan hayati perlu dikelola dengan baik, sebab penguasaa kekayaan hayati (kehati) yang dikelola secara bertanggung jawab dapat menjadikan kehati sebagai sumber kesejahteraan dan keberlanjutan kehidupan bangsa.
Mengingat pentingnya penelitian dan pelestarian biodiversitas atau kehati, perlu ditemukan metode pengkajian biodiversitas yang mampu “mellihat” seperti apa biodiversitas di sebuah ekosistem dari masa ke masa. Metode pengkajian biodiversitas dapat dilakukan melalui kajian DNA organisme-organisme sebuah ekosistem, yang disebut dengan DNA lingkungan atau environmental DNA (eDNA). eDNA, dikutip dari Natural History Museum https://www.nhm.ac.uk/discover/what-is-environmental-dna-edna.html, merupakan DNA organisme yang pernah ada atau meninggalkan jejak keberadaannya pada suatu ekosistem, baik ekosistem perairan maupun daratan.
Pendataan biodiversitas di lingkungan (misalnya biodiversitas air laut dan air tawar) memanfaatkan teknologi pembacaan urutan DNA (DNA Sequencing Technology). Mengutip keterangan dalam artikel “Environmental DNA: what is it and how can it help us protect wildlife?” (https://www.nhm.ac.uk/discover/what-is-environmental-dna-edna.html), pemanfaatan DNA sequencing technology memungkinkan peneliti untuk mengkonstruksi gambaran detail spesies atau organisme yang mendiami atau pernah berada di suatu ekosistem perairan, daratan, dan udara. Dengan meneliti sampling air atau tanah, eDNA bisa mengungkap organisme atau spesies apa saja yang ada di sampling air atau tanah itu, karena organisme meninggalkan jejaknya berupa sel kulit mati, lendir atau feses. Selain jejak oraganisme yang tertinggal di air atau tanah, eDNA juga bisa menunjukkan organisme mikro dan invertebrata yang teramat kecil ukurannya.

Penelitian eDNA ini melibatkan kolaborasi banyak pihak. Salah satu kolaborasi penelitian eDNA diprakarsai oleh eDNA Collaborative, di mana Universitas Diponegoro dan universitas-universitas lain terlibat dalam jaringan eDNA Collaborative ini. Salah satu kegiatan sebagai bagian dari hibah eDNA Collaborative adalah eDNA Talk yang dilaksanakan pada Kamis, 21 September 2023 secara luring dan juga eDNA Webinar Series pertama yang diadakan secara daring pada Selasa, 26 September 2023. Webinar series ini akan dilakukan selama tujuh kali hingga Maret 2024 nanti.
eDNA Talk Universitas Diponegoro, yang telah dilaksanakan pada 21 September 2023 di Ruang Rapat Gedung Acintya Prasada FSM Undip, menghadirkan tiga narasumber dari Fakultas Sains dan Matematika dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dengan dimoderatori oleh Dr. Rafli Zulfa Kamil, dari Prodi Teknologi Pangan FPP, membahas topik “Perkembangan Teknik DNA Sequencing dalam Studi Biodiversitas di Indonesia”. Ketiga narasumber eDNA Talk ini yaitu Dr. Anto Budiharjo (Prodi Bioteknologi, FSM) yang menyampaikan “Metagenomics and Its Biotechnological Application”, Dr. Ni Kadek Dita Cahyani (Departemen Biologi) yang membawakan materi “Aplikasi Sanger, Next Generation and Third Generation Sequencing dalam Studi Biodiversitas di Indonesia”, dan Dr. Muh. Fauzi (FKM) yang mengangkat materi “Introduction to Oxford Nanopore Technology (ONT) Squencing”.

eDNA Webinar Series dilaksanakan untuk pertama kalinya pada 26 September 2023 secara daring. Pembicara pada seri pertama ini menampilkan Dr. Ni Kadek Dita Cahyani dari FSM Universitas Diponegoro dan Dr. Beginer Subhan dari IPB. Ke depan, diharapkan metode DNA Lingkungan ini bisa terus digunakan dalam pendataan biodiversitas di berbagai lokasi di Indonesia. Dua kegiatan eDNS yang telah diinisiasi ini dapat dilanjutkan dengan riset-riset lain yang mendukung riset biodiversitas di Indonesia dan mendukung tercapainya SDGs goal 14 (Life below water), goal 15 (Life on land), dan goal 17 (Partnerships for the goals).