Konsep drainase yang dulu dipakai di Indonesia (paradigma lama) adalah drainase pengatusan yaitu mengatuskan air kelebihan (utamanya air hujan) ke badan air terdekat (alamiah dan atau artifisial). Drainase pengatusan semacam ini adalah drainase yang lahir sebelum pola pikir komprehensif berkembang. Seiring perkembangan zaman dan perubahan paradigma, kemudian muncul Drainase ramah lingkungan yang didefinisikan sebagai upaya untuk mengelola air kelebihan (air hujan) dengan berbagai metode diantaranya dengan menampung melalui bak tandon air untuk langsung bisa digunakan, menampung dalam tampungan buatan atau badan air alamiah, meresapkan dan mengalirkan ke sungai terdekat tanpa menambah beban pada sungai yang bersangkutan serta senantiasa memelihara sistem tersebut sehingga berdaya guna secara berkelanjutan.
Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswa KKN TEMATIK LINGKAR KAMPUS UNDIP melakukan program monodisiplin dengan memberikan sosialisasi terkait dengan Drainase Berwawasan Lingkungan pada 12 November 2022. Sosialisasi berjalan dengan lancar dimana mahasiswa itu sendiri yang memberikan paparan dengan menggunakan media poster. Dari kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat yang hadir memberikan pernyataan bahwa drainase berwawasan lingkungan cukup tepat untuk dilakukan di Perumda karena mengingat lingkungan tersebut merupakan kawasan permukiman sehingga limpasan air yang ada akan memiliki Run Off yang tinggi. Dengan begitu, keberlanjutan program nya akan direncanakan pembuatan sumur resapan yang mampu menampung lebih banyak air limpasan yang akan datang sewaktu-waktu.
Ditulis oleh Mahasiswa KKN TEMATIK LINGKAR KAMPUS UNDIP 2022
Indah Rahmawati Situmorang – 21040119120016
DPL : Dr. Ir. Suzanna Ratih Sari, M.M., M.A
Lokasi : RW V Perumda, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang