Sardonoharjo, Sleman (24/07/2022) – Mahasiswi KKN Tim II Undip tahun 2021/2022 Syarifatullatifah menyelenggarakan program kerja multiisipliner penddikan literasi di Padukuhan Wonosobo, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Program yang diikuti oleh anak-anak TPA se-padukuhan ini bertujuan untuk menanamkan ketertarikan awal anak-anak dalam membiasakan diri untuk lebih gemar membaca dan menulis.
Seperti yang kita ketahui bahwasanya membaca merupakan salah satu cara untuk melihat berbagai hal di dunia. Banyak sekali wawasan yang dapat kita peroleh dari kegiatan membaca. Oleh karena itu membaca menjai salah satu pelajaran awal yang didapat oleh anak-anak sedari usia dini. Tidak hanya membaca, menulis juga menjai salah satu pelajaran yang penting bagi anak-anak. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menuangkan buah pikiran atau perasaan anak-anak sehingga dapat menyalurkan serta mengembangkan potensi dirinya. Oleh karena itu tak heran jika kemudian pemerintah semakin menggiatkan adanya budaya literasi di berbagai kalangan, termasuk anak-anak sebagai penerus dan harapan Bangsa Indonesia dikemudian hari. Literasi memang belum menjadi kata yang sering didengar oleh anak-anak, namun memang didasari oleh 2 hal yakni membaca dan menulis. Tidak hanya melakukan kedua aktivitas atas dasar kebutuhan saja, tetapi kedua aktivitas ini juga bisa dilakukan karena adanya potensi, keinginan dan kegemaran. Dari membaca dan menulis diharapkannya anak-anak mampu banyak menyerap berbagai ilmu pengetahuan yang ada di sekitar mereka.
Meskipun membaca dan menulis memiliki banyak manfaat, nyatanya banyak sekali orang, terutama anak-anak, yang menganggap kedua kegiatan ini menjadi hal yang membosankan. Sehingga perlu adanya cara lain untuk menjadikan kedua hal ini menjadi sesuatu yang menyenangkan dan dilakukan tidak hanya atas dasar kebutuhan semata.
Atas dasar hal ini, mahasiswi KKN Tim II Undip 2021/2022 yang berlokasi di Padukuhan Wonosobo, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY mengadakan program bertemakan “Ayo Budayakan Literasi” kepaa anak-anak yang ada di Padukuhan Wonosobo. Kegiatan ini dihadiri sekitar 70 anak-anak dari 4 wilayah yang berbeda di Padukuhan Wonosobo, yakni Dusun Selokerto, Dusun Wonosobo, Dusun Plosorejo, dan Dusun Wonorejo. Pertama-tama mahasiswi KKN akan bertanya terait literasi untuk mengetahui seberapa tahu anak-anak tersebut akan budaya literasi. Dalam program ini terlihat bahwasanya anak-anak masih cenderung asing dengan istilah literasi. Maka dari itu mahasiswi KKN memberikan penjelasan tentang apa itu literasi lebih lanjut. Penjelasan terkait lterasi iberikan dengan cara yang tidak biasa. Literasi dijelaskan dengan menggunakan metode bercerita. Mahasiswi KKN melakukan dongeng anak dengan boneka tangan bertemakan literasi agar anak-anak lebih antusias untuk memperhatikan. Selain itu, bahasa yang digunakan untuk menjelaskan menggunakan bahasa yang sederhana sehingga memudahkan anak-anak memahami budaya literasi dengan lebih mudah. “Kita bisa mulai menulis atau membaca sesuatu yang kita sukai terlebih dahulu, mulai dari komik, novel, hingga nantinya bisa membaca sesuatu yang berat seperti koran. Selain itu dengan membaca dan menulis, kita bisa mengungkapkan apa yang kira rasakan, baik saat sedih, senang, ataupun saat sedang marah”. Setelah adanya sesi dongeng, mahasiswi KKN memberikan suatu permainan untuk mengetahui seberapa paham anak-anak atas materi yang diberikan. Anak-anak diajak untuk berbaris membentuk naga, lalu dimainkan permainan ‘ular naga’ disertai dengan nyanyiannya agar anak-anak bisa lebih menikmati alur permainannya. Anak-anak yang terkena perangkap si penjaga akan mendapatkan pertanyaan seputar materi yang telah diberikan. Apabila anak tersebut dapat menjawab pertanyaan tadi, mahasiswi KKN akan memberikan penghargaan berupa hadiah makanan.
Untuk memudahkan anak-anak dalam memulai kebiasaan membaca dan menulis, kelompok KKN Tim II Undip yang berlokasi di Padukuhan Wonosobo, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY membuat suatu tempat bernama “Pojok Baca”. Tempat ini terdiri dari lemari berisi buku-buku seperti buku non-fiksi, novel, hingga komik yang dapat diakses dan dibaca dengan mudah oleh anak-anak Padukuhan Wonosobo. “Pojok Baca” berlokasi di Masjid An-Nur Wonosobo tentunya disertai dengan poster cara merawat dan menyimpan buku agar buku-buku yang ada di sana dapat terjaga kondisinya.
Dengan adanya program “Ayo Budayakan Literasi” dan “Pojok Baca”, harapannya anak-anak di Padukuhan Wonosobo, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY dapat memiliki ketertarikan awal terhadap kegiatan membaca dan menulis hingga nantinya terbentuk budaya literasi yang baik. Hal ini tentunya juga diharapkan dapat memajukan bangsa Indonesia di masa mendatang dengan luasnya wawasan anak-anak bangsa di masa mendatang.
Penulis: Syarifatullatifah 14050119140094
Departemen: Hubungan Internasional
Dosen Pembimbing Lapangan: Drs. Eko Ariyanto, M.T.
Lokasi: Padukuhan Wonosobo, Kelurahan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY
KKN Tim II Undip 2021/2022


