Duren Sawit, Jakarta Timur (20/07/22) – Sampah di Jakarta saat ini masih menjadi permasalahan serius yang menyebabkan pencemaran lingkungan. Menurut data dari Badan Pusat Statitiska, Pada tahun 2020-2021 Volume Sampah yang terangkut di DKI Jakarta sudah mencapai 7.233,82 ton perhari. Jumlah sampah tersebut terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sampah dan air merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keduanya juga merupakan permasalahan bagi kehidupan manusia sekarang ini. Semakin meningkatnya populasi mengakibatkan aktifitas di daerah perkotaan semakin meningkat begitu pula dengan sampah yang dihasilkan. Pada RW 02 Kelurahan Duren Sawit telah berjalan program bank sampah yang dilakukukan penimbangannya setiap 2 minggu. Bank sampah merupakan wadah bagi masyarakat dimana masyarakat dapat menukarkan sampah yang ditimbang menjadi uang.

75033

(Gambar 1. Kegiatan penimbangan bank sampah)
Namun belum banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam program bank sampah tersebut sehingga mahasiswa KKN UNDIP melakukan sosialisasi mengenai pengaruh sampah terhadap kualitas air tanah sambil mengajak para masyarakat untuk berpartisipasi dalam bank sampah serta melakukan pemasangan poster.

IMG-20220720-161332

(Gambar 2. Mahasiswa KKN UNDIP melakukan sosialisasi pengaruh sampah terhadap kualitas air tanah secara door to door)
Volume sampah yang besar dengan jenis yang beraneka ragam, jika tidak dikelola dengan baik sangat berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan yang serius contohnya air tanah yang ikut tercemar akibat penumpukan sampah. Nilai kualitas airtanah sendiri dipengaruhi oleh 2 faktor utama menurut Sudadi, 2003 yaitu faktor alami dan faktor non-alami. Faktor alami merupakan faktor yang dipengaruhi interaksi antara airtanah yang bersifat pelarut unsur kimia yang ada dalam batuan penyimpan airtanah (akuifer).Besarnya kandungan unsur kimia bergantung pada lamanya interaksi, bentuk dan ukuran butir dari akuifer. Sedangkan faktor non alami, adalah masuk nya unsur kimia tertentu ke dalam airtanah disebabkan karena oleh kegiatan manusia, baik itu pupuk, pestisida, limbah industri. Meningkatnya konsentrasi unsur-unsur pencemaran pada kualitas air tanah dangkal juga dipengaruhi oleh jenis batuan penyusun yang memiliki porositas tinggi dan permeabilitas tinggi maka air lindi sampah (leachate) akan berpotensi berinfitrasi ke akifer bebas sehingga kualitas air tanah dangkal sekitarnya menurun. Adapun standar kualitas air tanah (konsumsi) diatur dalam Peraturan Terkait:
Indonesia: Peraturan menteri kesehatan No.492/MENKES/PER/IV/2010
International:World Health Organization (WHO) in 2011

Screenshot-4414

(Gambar 3. Pemasangan Poster Mengenai Pengolahan sampah dan dampak sampah terhadap lingkungan)
Dengan adanya sosialisasi pengaruh sampah terhadap kualitas air tanah diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bank sampah dan dapat berkontribusi buat lingkungan sekitar sehingga dapat meminimalisir terjadinya pencemaran air tanah. Dengan begitu dapat mewujudkan SDGs nomor 6 yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi untuk semua merupakan hal yang penting dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia.

Penulis: Muhammad Farhan Alfiadi
DPL: Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D.
Lokasi : Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur