Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP), berinisiatif membuat hand sanitizer dari bahan alami untuk dibagikan kepada masyarakat setempat. Dalam upaya pencegahan Covid-19 berkelanjutan, Cahaya Ratu (20) berinisiatif membuat Hand Sanitizer sebagai alternatif untuk cuci tangan dengan menggunakan bahan alami tanpa alkohol. Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah untuk ditemukan dilingkungan sekitar kita, diantaranya daun sirih, jeruk nipis, dan barang serai.
Daun Sirih merupakan salah, satu tanaman yang berkhasiat sebagai antiseptik. Daun Sirih mengandung Senyawa flavonoid, polifenol, tanin dan minyak atsiri. Kandungan minyak atsiri dalam ekstrak daun sirih mempunyai kemampuan efektif sebagai antibakteri. Ekstrak daun sirih dengan kadar mulai dari 15% mempunyai kemampuan menurunkan mikroorganisme di telapak tangan sampai 57% (Sari, 2006).
Lalu jeruk nipis berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah terjadinya oksidasi dari daun sirih jeruk nipis karena mengandung senyawa asam askorbat (Vitamin C).
Selain itu, ekstrak daun serai memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, geraniol dan sitronelal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan hand sanitizer untuk mengurangi penggunaan alkohol dan triklesan.
Pembuatan hand sanitizer ini dilakukan di rumah dan akan dibagikan kepada masyarakat desa setempat. Cahaya membagikan produk hand sanitizer yang telah dibuat kepada masyarakat disertai dengan pemberian pamflet berisi materi kandungan kimia bahan yang digunakan dan prosedur pembuatan hand sanitizer tersebut. Pada saat membagikan produk hand sanitizer dan pamflet, Cahaya menjelaskan bahwa hand sanitizer daun sirih ini mudah dan murah untuk diproduksi serta memiliki kandungan antiseptik walau tidak menggunakan bahan kimia.
Masyarakat Desa Sampiran terlihat antusias dengan sosialisasi pembuatan hand sanitizer daun sirih. Beberapa pertanyaan dilontarkan masyarakat saat sosialisasi berlangsung. Beberapa masyarakat juga termotivasi untuk mencoba sendiri cara pembuatannya di rumah dan berencana untuk dijadikan usaha. Harapannya setelah selesai melakukan sosialisasi “Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Alami Tanpa Alkohol”, diharapkan memberi pengetahuan tambahan bagi masyarakat Desa Sampiran sehingga mereka mampu memproduksi sendiri dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah.
Penulis : Cahaya Ratu Indra Bulan (Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika)
Dosen Pembimbing Lapangan : Setya Budi Muhammad Abduh, S.Pt., M.Sc., Ph.D.


