Tawangsari, Semarang (7/8/2022)
Gangguan penglihatan bukanlah hal sepele yang dapat diabaikan. Berdasarkan pemaparan dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) yang dikutip oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), pada tahun 2017 terdapat 8 juta orang dengan gangguan penglihatan. Sebanyak 1,6 juta orang mengalami kebutaan ditambah dengan 6,4 juta orang mengalami gangguan penglihatan sedang dan berat. Tingginya angka kebutaan di Indonesia menjadi perhatian khusus bagi pemerintah maupun masyarakat. Dalam hal ini, katarak merupakan salah satu fokus penting karena menjadi penyebab terbesar terjadinya kebutaan, yaitu sebanyak 81%. Katarak sendiri didefinisikan sebagai proses degenerasi yang menyebabkan kekeruhan pada lensa.
Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, demografi penduduk Kelurahan Tawangsari khususnya RW 3 dan RW 4 terdapat banyak individu dengan usia lansia maupun pralansia. Perlu diketahui, bahwa usia > 40 tahun merupakan salah satu faktor risiko terjadi katarak. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan berkontribusi dalam penurunan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia, mahasiswi KKN Undip menimbang pentingnya penyuluhan mengenai katarak. Dengan ini, ia berinisiatif membuat program “Mataku Sehat, Bebas Katarak” yang diselenggarakan sebanyak dua kali, yaitu pada kegiatan POKSILA di RW 3 dan bersamaan dengan kegiatan senam di RW 4. Secara khusus, program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai apa itu katarak, bagaimana faktor risikonya, apa gejala yang perlu diwaspadai, dan bagaimana cara pencegahannya. Tentunya, kegiatan ini telah mendapatkan izin dari Ketua FKK, Ketua RW, dan Penanggung Jawab senam.
Minggu (7/8/2022), Penyuluhan “Mataku Sehat, Bebas Katarak” yang disampaikan oleh Husna Hanun Nahdah (mahasiswi KKN Undip) telah berlangsung setelah kegiatan senam di Balai RW 4 Kelurahan Tawangsari. Disana terlihat jelas antusiasme warga dalam mendengarkan pemaparan materi yang disampaikan. Kegiatan yang melibatkan sekitar 20 warga RW 4 dan mahasiswi ini sangat menarik karena berjalan secara interaktif. Setelah pemaparan materi, mahasiswi membuka sesi diskusi dan tanya jawab seputar katarak. Beberapa pertanyaan dan diskusi dilontarkan oleh peserta yang mengikuti kegiatan ini, bahkan menceritakan pengalamannya tentang keluhan katarak yang dialami. Rangkaian terakhir, mahasiswi melakukan foto bersama dan menyerahkan poster yang digunakan sebagai media penyampaian materi kepada ibu – ibu setempat.
Penyuluhan ini berhasil membuat masyarakat paham tentang penyakit katarak. Yang terpenting adalah mereka mengenali gejala dan faktor risikonya sehingga dapat diwaspadai bersama, dan memahami pentingnya pencegahan yang dilakukan untuk menghindari katarak.
Masyarakat merasa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mereka. “Ibu-ibu RW 4 merasa senang dengan adanya kegiatan penyuluhan kesehatan oleh mahasiswa KKN ini, sehingga bukan hanya senam rutin setiap minggu, tetapi juga mendapatkan ilmu tentang kesehatan yang berguna bagi kita semua” Ujar Kak Vivian, Selaku penanggung jawab senam RW 4.
Penulis : Husna Hanun Nahdah
DPL : Rosa Amalia, S.Pi., M.Si
Lokasi : Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat
#KKNtimIIUndip2022 #p2kkn #lppmundip #undip

