Yoel Ivan Odius, Mahasiswa KKN dari S1 Teknik Industri Undip bersama dengan Ibu-ibu Pelaku UMKM Kelurahan Candi. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Candi, Semarang (4/8/2022) – Galon berisi air penuh dengan volume 19 liter, karung berisi media tanam, dan semacamnya termasuk dalam kategori barang dengan beban yang berat. Teknik dan cara yang benar sangat diperlukan, tentu tidak boleh sembarangan ketika mengangkat dan membawanya.

Asal mengangkat tanpa memerhatikan posisi tubuh ketika mengangkat barang yang berat dapat menciderai otot dan pergelangan tangan, bahkan juga bisa menyebabkan hernia. Jika dilakukan dalam jangka panjang dan terus menerus dapat berakibat fatal serta mengganggu kesehatan organ tubuh lainnya.

Berikut ini merupakan bahaya dibalik angkat beban berat tanpa teknik yang benar yang bisa menyebabkan pengeluaran membengkak untuk biaya pengobatan:
1. Sakit Punggung
2. Skoliosis
3. Saraf terjepit
4. Hernia dan nyeri testis
5. Musculoskeletal Disorders (MSDs) atau penyakit persendian, otot, tulang, dan syaraf tulang belakang

Kondisi UMKM di Kelurahan Candi sudah cukup berkembang dan bergerak di berbagai sektor, dimana kegiatan produksinya sebagian besar menggunakan cara tradisional dan dilakukan di rumah masing-masing warga. Selain itu rata-rata pegiat UMKM ini merupakan warga berusia 40-50 tahun keatas.

Melihat kondisi tersebut, maka Yoel Ivan Odius, sebagai salah satu mahasiswa S1 Teknik Industri, Universitas Diponegoro yang sedang melaksanakan kegiatan KKN di Kelurahan Candi mengadakan program “Membangun Hidup Sehat dengan Mengedukasi Posisi Kerja yang Ergonomis kepada Pelaku UMKM” yang bertujuan untuk memberikan wawasan baru mengenai posisi kerja yang baik dan benar selama melakukan kegiatan produksi, termasuk salah satunya mengangkat beban berat.

Penyerahan Leaflet oleh Mahasiswa KKN kepada Warga Candi Pelaku UMKM yang menghadiri Acara. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Leaflet “Jagalah Punggungmu!”

Program ini dilaksanakan di kediaman Ibu Bunga selaku Ketua UMKM Kelurahan Candi pada hari Kamis, 4 Agustus 2022 dan diikuti oleh lima ibu-ibu pelaku UMKM di Kelurahan Candi. Tentunya dilaksanakannya program ini dengan maksud mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 yang berfokus untuk memastikan hidup sehat dan mempromosikan kesejahteraan bagi semua.

Foto Bersama Ibu-ibu Pelaku UMKM dan Rekan KKN Lainnya setelah Pelaksanaan Program. (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

“Informasi ini saya rasa sangat relevan bagi semua kalangan, tidak hanya bagi pelaku UMKM saja atau hanya bagi orang tua saja. Karena kadang anak-anak juga suka sembarangan kalo angkat barang sampai kecetit,” tutur Ibu Elis, salah satu warga Candi, pemilik UMKM Salad Buah.

Penulis: Yoel Ivan Odius, S1 Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Editor: Hendrik A. S.
Lokasi: Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang