Bangunharjo, Semarang Tengah (10/8/2022) – Kemampuan motorik halus perlu untuk di latih sejak dini karena akan memudahkan anak dalam melakukan kegiatan dasar sehari-hari. Anak dengan motorik halus yang tidak terlatih cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah dan kemampuan yang terbatas. Berdasarkan pencapaian motorik halus pada anak khususnya anak usia 18 bulan hingga 5 tahun sudah memiliki kemampuan motorik sederhana seperti mulai menggenggam krayon, bermain menggunakan lilin mainan, Bisa menyobek kertas menjadi dua, menggerakkan semua ujung jari ke ibu jari. Kondisi perkembangan ini bisa saja terhambat jika tidak ada diasah.
Utami Aridianti, salah satu mahasiswi Universitas Diponegoro jurusan Psikologi, beserta segenap Tim II KKN Universitas Diponegoro 2021/2022 Kelurahan Bangunharjo menerapkan Model Pembelajaran Enjoyable Learning yang menjadikan pembelajaran melatih motorik halus melalui permainan edukatif seperti bermain plastisin, bermain puzzle, dan melipat kertas origami.

Kegiatan Bermain Plastisin dan Puzzle Bersama Anak Pos PAUD Cerdas Ceria | Foto Dok. Tim KKN UNDIP
Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa minggu. Kegiatan minggu pertama dilaksanakan pada Sabtu (27/07/2022) agenda kegiatan hari ini berupa bermain sambil belajar menggunakan media plastisin. Selain mengidentifikasi warna plastisin, anak-anak juga diberikan kebebasan menuangkan imajinasi mereka mengenai bentuk plastisin seperti apa yang sedang mereka buat. Beberapa diantaranya menyebutkan membuat es krim, pizza, kuda, orang, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk imajinasi anak. Hal ini berfokus pada perkembangan kognitif dan imajinasi anak mengenai bentuk serta melibatkan memori anak dalam mengingat bentuk.
Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (3/08/2022) anak-anak diberikan puzzle sederhana. Mereka ditugaskan menyusun potongan-potongan puzzle menjadi satu gambar yang utuh. Dengan bermain puzlze, anak dapat melatih konsentrasi dan mengembangkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah.
Kegiatan Enjoyable Learning selanjutnya menggunakan media kertas lipat atau origami yang dilaksanakan pada Sabtu (6/08/2022). Melalui kegiatan ini anak dilatih untuk melatih kemampuan motorik khususnya ketangkasan jari dan koordinasi mata dan tangan dalam mengenal bentuk lipatan. Selain itu, anak juga di minta untuk mengidnetifikasi warna pada kertas origami. Bagi anak yang telah selesai melipat kertas akan diberikan reward berupa stiker pada hasil karya.
Dengan penerapan program ini, diharapkan warga Kelurahan Bangunharjo, khususnya kader Pos PAUD dapat mengembangkan bermain sambil belajar dengan kegiatan yang lebih variatif dan edukatif. Secara berkelanjutan program ini juga menghasilkan output berupa modul belajar yang dapat digunakan oleh Ibu kader Pos PAUD dalam memberikan pengajaran kepada anak-anak usia dini.
Penulis : Utami Aridianti – Psikologi / Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro
Editor : Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum
