Semarang (07/08/2022) – Sampah merupakan hal krusial bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat. Sampah hasil kegiatan masyarakat yang berasal dari pemukiman merupakan salah satu penyumbang volume sampah terbesar. Pada wilayah perkotaan, sampah merupakan masalah yang perlu mendapatkan penanganan dan perhatian serius sebanding dengan masalah lingkungan hidup lainnya. Kenaikan volume sampah perkotaan juga terus meningkat dari tahun ke tahun, berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan teknologi serta aktivitas sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Pada wilayah RW 05 Kelurahan Bangetayu Kulon, warga telah mengolah sampah anorganik untuk diperjual belikan sedangkan untuk sampah organik belum dapat diolah oleh warga setempat.
Sebanyak 75% sampah rumah tangga terdiri dari sampah organik dan sisanya adalah sampah anorganik. Menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 41,2% sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) adalah sampah makanan. Salah satu cara memanfaatkan sampah organik tersebut dapat dijadikan kompos serta pestisida nabati, sehingga resiko pencemaran lingkungan dan sumber penyakit dapat berkurang.
Berkenaan dengan permasalahan diwilayah RW 05 Kelurahan Bangetayu Kulon, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro mengadakan kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pestisida nabati. Acara pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan setiap RT (Rukun Tetangga) diwilayah RW 05. Dalam kegiatan pelatihan, mahasiswa KKN tim II Universitas Diponegoro menjelaskan bahwa dengan membuat kompos dapat mengurangi kebiasaan warga dalam membakar sampah yang berakibat pada pencemaran lingkungan.
Pelatihan dibuka oleh mahasiswa KKN, kemudian dilanjutkan dengan mendemostrasikan cara pembuatan pupuk kompos dari sampah oragnik rumah tangga dan daun kering. Alat pencacah daun kering dan komposter juga dibuat oleh mahasiswa KKN sebagai media utama dalam pembuatan pupuk kompos tersebut. Dalam pelatihan terseut juga dilakukan demonstrasi mengenai pembuatan pestisida nabati dari sisa daun bawang. Pada akhir kegiatan pelatihan, mahasiswa memberikan bebrapa perangkat starter kit berupa EM4, tong komposter, alat pencacah daun kering dan sekam untuk membuat kompos , poster dan leaflet.
Penulis :
Tiara Tunjung Asyifa (Fakultas Sains dan Matematika – Kimia)
Aminuddin Setyo Widodo (Fakultas Teknik – Teknik Mesin)
Syahid Setyawan (Fakultas Peternakan dan Pertanian – Agroekoteknologi)
Deriel Aryanda Alsyahriel (Fakultas Peternakan dan Pertanian – Agroekoteknologi)
Reza Pramuditia (Fakultas Teknik – Teknik Mesin)
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Dyah Wijaningsih,S.H.,M.H
Lokasi : Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang
#KKNtimIIperiode2022
#p2kknundip
#lppmundip
#undip


