Keanekaragaman hayati menjadi salah satu indikator kelestarian alam. Dengan masih banyaknya kekayaan dan keanekaragaman hayati yang terdapat di alam, maka masih terjaga keaslian dan kelestarian alam tersebut. Keanekaragaman hayati bisa diketahui melalui observasi dan pendataan flora dan fauna apa saja yang ada di suatu area. Para ilmuwan dan peneliti bidang ilmu hayat atau biologi memanggul tanggung jawab pendataan keanekaragaman hayati ayang ada di sekitar mereka.
Para peneliti ilmu hayati Universitas Diponegoro menjalankan tugas pendataan keanekaragaman hayati dengan melakukan observasi flora dan fauna di area-area dalam dan sekitar kampus UNDIP secara berkala untuk memantau keberadaan dan pertumbuhan flora dan fauna yang ada. Dengan melakukan pendataan, maka akan diketahui beragam jenis flora dan fauna baik secara kuantitas maupun kualitas di suatu area. Pendataa yang dilakukan akan menambah pengetahuan masyarakat akan jenis-jenis flora dan fauna yang ada di alam semesta.

Salah satu kegiatan observasi dan pendataan keanekaragaman hayati di lingkungan kampus UNDIP baru-baru ini dilakukan oleh tim peneliti UNDIP dari Departemen Biologi UNDIP yang berlangsung di Kampus Teluk Awur Jepara dan area Kampus Tembalang. Dalam proposal kegiatan yang diajukan, kegiatan observasi dilakukan selama tahun 2021-2022 untuk kedua wilayah tersebut. Kegiatan observasi dan pendataan keanekaragaman hayati dippimpin oleh dosen peneliti UNDIP dengan melibatkan para mahasiswa yang telag berbekal ilmu yang mumpuni.
Seperti yang nampak dalam foto, para mahasiswa sedang melakukan pengukuran batang pohon sebagai salah satu metode observasi dan pendataan keanekaragaman hayati di bawah arahan dosen peneliti. Dari laporan sementara hasil observasi dan pendataan keanekaragaman hayati di area kampus UNDIP Tembalang, tercatat penambahan tidak kurang dari 50 jenis tanaman dari hasil observasi tahun 2019. Data ini besar kemungkinan akan bertambah pada tahun 2022 saat observasi berakhir.
Dengan adanya observasi dan pendataan keanekaragaman hayati oleh tim peneliti UNDIP, maka keberadaan flora dan fauna di area kampus UNDIP akan terdokumentasi dengan rapi dan dapat dikategorisasikan untuk selanjutnya dapat menjadi dasar tindakan penelitian dan konservasi lanjutan, seperti budidaya tanaman obat atau penambahan koleksi tanaman langka. Kegiatan observasi kenekaragaman hayati ini mendukung upaya pewujudan SDGs 15 yaitu pelestarian lingkungan di daratan, yang secara tidak langsung juga turut melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat demi menjaga kesehatan warga kampus, sehingga sekaligus mewujudkan SDGs 3 (Kesehatan dan Kejahteraan yang baik).