Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) telah meluncurkan platform Kedaireka dan program pendanaan matching fund pada akhir 2020 lalu. Kedaireka bertujuan mewujudkan kemudahan sinergi kontribusi antara Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menciptakan beragam inovasi melalui komersialisasi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Sebagai salah satu wujud implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi dan mendukung tujuan pencapaian SDGs 3 Good Health and Well-Being  dan SDGs 17 Partnership for the goals, serta sejalan dengan visi dari Kampus Merdeka, Tim Matching Fund Kedaireka Prodi Gizi FK UNDIP berkolaborasi dengan PT. Choice Plus Makmur serta mahasiswa mengembangkan formulasi biskuit ibu hamil berbahan baku pangan lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas asupan ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan untuk mencegah kejadian stunting.

Produk Hasil Kedaireka Tim Prodi Gizi FK UNDIP-PT Choice Plus Makmur “D’Biscu” Diserahkan secara Simbolis kepada SDGs Center UNDIP pada Rabu, 22 Desember 2021

Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada awal periode pertumbuhan dan perkembangan sehingga anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang mengalami stunting akan mengalami dampak jangka pendek seperti peningkatan mortalitas dan morbiditas, penurunan fungsi kognitif, motorik dan perkembangan bahasa, dan menjadi mudah sakit sehingga meningkatkan pengeluaran untuk kesehatan. Dampak jangka panjangnya, anak yang mengalami stunting akan memiliki risiko untuk mengalami obesitas yang berhubungan dengan morbiditas, masalah pada kesehatan reproduksi, penurunan peforma dan kapasitas belajar di sekolah, penurunan kapasitas produktivitas kerja.

Stunting dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas zat gizi yang dikonsumsi Ibu ketika pra-konsepsi, kehamilan, dan laktasi. Kebutuhan energi ibu hamil meningkat sebesar 13% lebih tinggi sedangkan kebutuhan protein ibu hamil meningkat sebesar 54% apabila dibandingkan dengan kebutuhan ibu sebelum hamil. Beberapa zat gizi mikro seperti zat besi, folat dan vitamin B12 kebutuhannya meningkat lebih dari 50%. Peningkatan kebutuhan ini merupakan tantangan bagi ibu hamil agar dapat memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurut Dr. Diana Nur Afifah, S.TP, M.Si selaku ketua Tim Matching Fund Kedaireka dengan program berjudul “Pengembangan Biskuit Hamil Dari Bahan Lokal Untuk Pencegahan Stunting”, latar belakang program tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian kerjasama Fakultas Kedokteran UNDIP dengan Kementerian Kesehatan pada tahun 2017 -2019 dengan judul “Pendekatan PMT Individual Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Perkembangan Janin, Bayi, dan Anak: Studi Intervensi Pertumbuhan dan Perkembangan Selama 1000 Hari Pertama Kehidupan”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperlukan formula khusus untuk ibu hamil, terutama formula untuk makanan tambahan yang benar-benar dapat diterima dari segi organoleptik dan dapat memenuhi kebutuhan untuk ibu hamil. Selanjutnya Dr Diana juga memberi keterangan, “Melalui pendanaan hibah dari Kedaireka Matching Fund Universitas Diponegoro bekerjasama dengan PT. Choice Plus Makmur tahun 2021, telah dihasilkan biskuit yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil yang diperkaya 11 vitamin dan 7 mineral dengan 3 varian, yaitu biskuit jahe original, biskuit jahe kacang hijau, dan biskuit jahe kacang merah dengan merek D’Biscu.”

 

 

 

 

 

Lebih lanjut, formulasi dari ketiga varian tersebut telah didaftarkan paten sederhananya masing-masing dengan nomor permohonan: 1) S00202110403 untuk judul “Komposisi Biskuit Ibu Hamil dengan Penambahan Jahe untuk Pencegahan Stunting; 2) S00202110404 untuk judul “Komposisi Biskuit Ibu Hamil dengan Penambahan Jahe dan Kacang Hijau Untuk Pencegahan Stunting”; 3) S00202110406 untuk judul “Komposisi Biskuit Ibu Hamil dengan Penambahan Jahe dan Kacang Merah untuk Pencegahan Stunting”. Produk D’Biscu diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan PMT berbahan baku pangan lokal yang terjangkau oleh masyarakat luas melalui komersialisasi.