Kantin-kantin yang terdapat di Universitas Diponegoro selain memiliki menu yang beragam juga memiliki rasa yang enak dan harga yang terjangkau, terutama untuk mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa perantauan. Hal ini terlihat dari daftar harga makanan yang terekam oleh tim liputan sustainability.undip.ac.id. Harga makanan yang dijual di kantin bervariasi mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 20.000, sedangkan untuk minuman Rp 3.000 hingga Rp. 5.000 dan free untuk air putih.

Kantin-kantin di Undip banyak dikunjungi mahasiswa, dosen dan karyawan Undip. Setelah kondisi pandemic Covid-19 mulai mereda, kantin-kantin mulai buka dan didatangi oleh konsumen pada akhir tahun 2021. Menu-menu yang disajikan di kantin Undip sudah beragam mulai dari sumber karbohidrat seperti nasi, mie, dan lontong; sumber protein nabati (berbagai olahan tahu dan tempe), sumber protein hewani (ayam, telur, ikan, udang, daging, dan bakso), dan serat (olahan sayur-mayur, dan buah pisang). Menu-menu tersebut cukup digemari oleh konsumen karena mengenyangkan dan menyehatkan, serta terjamgkau harganya. Hal ini sejalan dengan usaha pencapaian SDGs goal 2 Tanpa Kelaparan.

Menu olahan sayur yang banyak disajikan, seperti tumis kangkung, labu siam, kacang panjang, buncis, tauge, bening bayam, sop, capcay, pecel, dan gado-gado, dijual dengan harga 3000 per porsi. Sebagai sumber karbohidrat, kantin di kampus UNDIP banyak menjual nasi dengan harga 3000-5000 per porsi. Untuk harga lauk (sebagai sumber protein), lebih mahal dan beragam dari pada nasi dan sayur. Lauk berbahan ayam biasa dibanderol 7000-12000 per potong, telur seharga 3000 per butir, dan untuk ikan dan daging seharga 10000-15000 per porsi. Ada pula mie dan lontong sebagai pengganti nasi. Sedangkan untuk buah seringkali kantin hanya menjual pisang.