Pedestrian menjadi salah satu penunjang transportasi yang ramah lingkungan dan aman, sebab dapat menjadi jalur aman pejalan kaki yang kemudian mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Selain itu adanya pedestrian memberikan fasilitas bagi pejalan kaki yang melintas di area yang dilalui kendaraan bermotor. Dengan berjalan kaki menjadikan tubuh lebih segar dan mengurangi polusi gas kendaraan.

Pedestrian atau jalur pejalan kaki yang berada di UNDIP bertujuan memberikan dorongan kepada warga UNDIP untuk memanfaatkan fasilitas tersebut agar lebih sering berjalan kaki di wilayah kampus. Jalur pejalan kaki di UNDIP juga dirancang sesuai kebutuhan seperti ramah disabilitas. Ramah disabilitas disini dimaksudkan dengan adanya jalur khusus bagi tuna Netra yang biasa disebut yellow line, yaitu jalur dengan konstruksi lantai khusus sebagai penanda bagi pejalan kaki tuna Netra. Selain itu, juga terdapat hand rail yang berada di beberapa titik yang memudahkan untuk dilewati dan adanya lahan parkir yang dikhususkan untuk difabel.


Pedestrian UNDIP juga dilengkapi dengan rambu penunjuk jalan di lokasi-lokasi yang strategis. Selain itu adanya speed bump sebagai pengontrol kecepatan kendaraan bermotor. Speed bump biasanya terletak di persimpangan, pintu masuk fakultas, jalan turunan. Dengan adanya speed bump tentunya memberikan keamanan bagi pejalan kaki. Diharapkan dengan adanya fasilitas tersebut, memberikan rasa aman bagi pejalan kaki seperti terhindar dari kecelakaan, mewujudkan kesetaraan hak pejalan kaki tanpa diskriminasi, serta rasa nyaman dikarenakan jalur tersebut berada pada ruang terbuka. Dengan demikian, kehidupan komunitas kampus di kota Semarang ini menjadi berkelanjutan, sesuai SDGs 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan.