Satu-satunya cara untuk menyikapi perkembangan zaman adalah menjadi pembelajar sepanjang hayat. Jika ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka seluruh elemen bangsa harus mengobarkan semangat belajar sepanjang hayat ke seluruh nusantara. Berkaca dari negara-negara maju, pembelajaran sepanjang hayat sudah menjadi kebiasaan rutin warganya layaknya makan dan minum.

Tintin Kamelia, peserta KKN Tematik Jurang Blimbing mempelopori berdirinya “Pusat Literasi” di Jurang Blimbing. Dilatarbelakangi kepeduliannya terhadap tingkat literasi masyarakat, mahasiswi ini mendirikan Pusat Literasi yang diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat di Jurang Blimbing. Tujuan didirikannya Pusat Literasi adalah terbentuknya pusat pengembangan literasi dan tempat untuk belajar serta mengembangkan wawasan dalam proses Lifelong Learning.

Peresmian Pusat Literasi

Pusat Literasi yang berlokasi di masjid Al-Ikhlas RW 04 Jurang Blimbing ini merupakan langkah awal untuk mendukung program Lifelong Learning yang diusung oleh UNESCO. Bahan pustaka yang ada di Pusat Literasi ini bermacam-macam, mulai dari buku anak-anak hingga buku pengetahuan umum. Untuk keberjalanan dan pengelolaan Pusat Literasi, maka disusunlah pula kepengurusan Pusat Literasi. Berdirinya Pusat Literasi diresmikan oleh Takmir Masjid.

Manfaat adanya Pusat Literasi adalah memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualiatas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan literasi yang meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi. Dengan adanya program ini diharapkan mampu menjangkau semua kalangan masyarakat mulai dari anak usia pra sekolah sampai usia lanjut.

Penulis : Ikhnu Pawestri Wardani

Dosen Pembimbing : Triyono, S.H., M.Kn., DR. Ir. Suzanna Ratih Sari, M.M., M.A., Dr. Ana Silviana, S.H., M.Hum.