Sabtu lalu, (13/3) Mahasiswa KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Universitas Diponegoro menyelenggarakan Pementasan Kuda Lumping dengan judul “Singo Barong Leno”. Pementasan ini merupakan puncak kegiatan pada program multi Kuda Lumping yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T selama kurang lebih 45 hari di Kampung Seni Jurang Blimbing RW 04, Tembalang, Semarang.

KKN-Tematik yang dilakukan kali ini adalah KKN-Tematik periode VII. KKN-Tematik tersebut diikuti oleh 25 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro. Pada periode ini, mitra yang digandeng untuk penyelenggaraan KKN-T adalah Karawitan, Kuda Lumping, dan Ikada (Ikatan Kawula Muda). Kesenian Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian yang tertua di Kampung Jurang Blimbing meskipun mengalami pasang surut.

Kesenian Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian yang digandrungi oleh muda mudi di Kampung Jurang Blimbing. Hal ini terlihat dari antusias warga untuk melakukan latihan sebelum pementasan yang dilaksanakan Jumat Malam dan Minggu Siang. Latihan dilaksanakan di Balai RW dan lapangan. Meskipun rata rata pemain Kuda Lumping telah bekerja, mereka tak segan menyempatkan waktu untuk latihan bersama.

Ikhnu Pawestri adalah salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Tim KKN-T Jurang Blimbing. Menurutnya, Budaya harus terus dilestarikan salah satunya dengan mendukung kebudayaan di Kampung Tematik Jurang Blimbing ini. “Budaya itu identitas, terlebih lagi budaya lokal sebagai ikon dari daerah tersebut. Kita harus mampu melestarikan dan mengembangkan warisan ini, sangat disayangkan jika budaya punah hanya karena kurangnya kepedulian kita. Budaya bisa memberikan kontribusi untuk daerah tersebut bila dilestarikan dengan baik,” ungkap Ikhnu Pawestri, Koordinator Multi Kuda Lumping.

Ketika ditanya dalam sebuah wawancara mengapa Ikhnu Pawestri masih mau menjadi penggiat seni, ia menjawab dengan tegas “Ketika budaya dianggap kuno, bagi saya budaya memiliki nilai lebih dan kesenian itu bisa dirasakan. Jika kesenian tradisional selalu dikembangkan, maka bisa memberikan dampak positif yang luas”. Dengan turut melestarikan kebudayaan di Kampung Jurang Blimbing, berarti ikut memajukan potensi dan diharapkan juga memajukan perekonomian di Kampung Jurang Blimbing pada khususnya dan Kota Semarang pada umumnya.

Penulis : Via Qurrotaaini

Dosen Pembimbing : Triyono, S.H., M.Kn., Dr. Ir. Suzana Ratih Sari, M.M., M.A., Dra. Ana Irhandayaningsih, M.Si