REMBANG (11/11) – Pantai Karang Jahe di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang terkenal dengan wisata baharinya. Pada saat yang sama, terdapat ekosistem terumbu karang yang masih bertahan keberadaannya sekitar 1 km dari lepas pantai. Perlu diketahui bahwa karang batu (karang terumbu) sebagai fondasi ekosistem terumbu karang merupakan hewan yang sensitif terhadap gangguan lingkungan, baik alami maupun antropogenik. Aktivitas yang telah disebutkan sebagai gangguan antropogenik bagi terumbu karang juga perlu diketahui oleh pelaku wisata bahari dan masyarakat. Oleh karena itu, Fajrin Ramadhon (Rama), mahasiswa departemen Biologi yang mengikuti KKN Tematik Undip menjadi salah satu pengisi acara Edukasi Ekowisata yang dihelat oleh tim KKN Tematik Undip pada Selasa (27/10) pagi hari di Pantai Karang Jahe. Acara tersebut dihadiri oleh Paguyuban Perahu Wisata Karang Jahe dan pemuda Karang Taruna Punjulharjo.
Acara diisi dengan penyampaian materi dan diskusi santai tentang pentingnya ekosistem terumbu karang serta ancaman yang dihadapi. Dokumentasi kegiatan pengambilan gambar di gugusan terumbu karang pada Sabtu (17/10) juga disajikan sebagai bahan pembicaraan. Peserta baik dari Paguyuban Perahu Wisata maupun pemuda Karang Taruna turut aktif dalam berdiskusi dengan mengkritisi materi yang disampaikan serta menyampaikan pengetahuan lokal tentang terumbu karang. Hal tersebut menjadi nilai penting yang ada dalam acara tersebut, karena sejatinya pengetahuan lebih berkembang bila datang dari dua arah. Harapannya, baik dari Paguyuban Perahu Wisata Karang Jahe dan pemuda Karang Taruna Punjulharjo mulai memahami pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang yang perlahan mengalami degradasi.

