Education of Sustainable Development (ESD) adalah program pembelajaran seumur hidup yang mendidik siswa untuk memiliki komitmen pribadi dan kelompok sehingga memiliki kepedulian terhadap lingkungan alam dan sosial yang bermuara pada pemenuhan kebutuhan saat ini yang tidak mencederai pemenuhan kebutuhan yang akan datang. ESD mendidik siswa dan mengarahkan sekolah untuk tidak sekedar mendidik siswa untuk berkompetisi dan mengkonsumsi, namun juga memiliki perspektif masa kini dan yang akan datang, serta diri sendiri dan orang lain. Program ini pertama kali dikemukakan oleh Brundtlant Commission pada tahun 1987 sebagai bentuk keprihatinan atas berbagai persoalan degradasi lingkungan alam dan sosial.

Namun sayangnya, ESD belum banyak dikenal dan belum pula secara serius diadopsi dalam pola pembelajaran di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Sekolah Adiwiyata yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun baru sebatas memiliki fokus pada dimensi alam atau planet. Sementara ESD melibatkan dimensi planet, people, and profit.

Untuk itu, Tim ESD Universitas Diponegoro yang diketuai oleh Bulan Prabawani, Ph.D. dan beranggotakan Prof. Sudharto P. Hadi serta Dinalestari Purbawati mengadakan sejumlah Focused Group Discussion (FGD) di berbagai sekolah di Jawa Tengah. FGD dilakukan pada tingkat SD, SMP, dan SMA sejak tahun 2017.

FGD ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi ESD sekaligus media pengumpulan data lapangan guna memetakan bagaimana pola pendidikan ramah lingkungan dilakukan, dari perspektif Sekolah atau Kepala Sekolah sebagai pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah, Guru, dan Siswa. Pada tahun ini, FGD dilakukan diantaranya SMKN 1 Adiwerna Tegal, SMAN 1 Purwantoro, SMAN 2 Temanggung, dan SMK Tunas Harapan Pati. Keempat sekolah tersebut dianggap sebagai sekolah percontohan dalam hal penerapan sekolah berbasis lingkungan atau sering disebut sebagai sekolah adiwiyata  karena dianggap sudah menerapkan beberapa aspek penilaian dalam ESD seperti penerapan sikap dan kebiasaan dalam menjaga lingkungan di dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di rumah sehingga besar harapannya bisa menjadi percontohan juga untuk sekolah-sekolah yang lain.