Semarang (Oktober, 2019)- Telah dilakukan program kerja pengabdian masyarakat “Model Pembelajaran Informal Percakapan Dasar Bahasa Inggris Bagi Kaum Muda”, program kerja pengabdian tersebut merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara informal di luar kelas dengan suasana yang cair dan fleksibel. Yang mana program ini dilakukan oleh Deli Nirmala dari Tim Pengabdian Masyarkat 2019, kegiatan ini ditujukan untuk remaja. Kegiatan ini dilakukan agar membekali para kaum muda dalam mempersiapkan Tambak Lorok sebagai destinasi wisata Kampung Bahari.

Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta pelatihan menunjukkan sikap yang positif yang ditunjukkan dalam berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, motivasi kurang begitu tinggi karena adanya rasa keengganan dan keraguan mereka bisa mampu berbahasa Inggris. Materi yang disampaikan antara lain how to approach someone, how to ask for information about prices, places ofinterests, how to thank or close conversations, how to greet. Materi yang diberikan dimaksudkan untuk merangsang kaum muda Tambak Lorok (Mulyo) menggunakan bahasa Inggris. Strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah strategi meta kognitif, kognitif, dan afektif atau sosial. Strategi-strategi itu dapat dilakukan secara bertahap atau bersifat berkesinambungan tergantung pembelajar.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa belajar percakapan bahasa Inggris dapat dilakukan secara informal dalam komunitas penggemar bahasa Inggris. Yang utama adalah dorongan semangat dan motivasi yang kuat akan dapat menentukan keberhasilan pembelajaran. Memang usia menjadi factor, tetapi kalua memiliki motivasi yang tinggi seseorang akan melakukan apa saja untuk mencapai kesuksesan.