Pariwisata berkelanjutan merupakan bentuk adaptasi SDGs pada sektor pariwisata, terutama pada tujuan memastikan mata pencaharian dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), konsumsi yang bertanggungjawab (SDG 12) dan kehidupan bawah laut (SDG 14). Pariwisata berkelanjutan diterapkan dalam berbagai bentuk objek wisata, salah satu di antaranya adalah Desa Wisata. Desa wisata merupakan wisata yang berbasis pada alam, lingkungan dan masyarakat lokal (brillio.net). Keberadaan desa wisata membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, serta membuat masyarakat lebih memahami serta menjaga potensi di wilayahnya. Pengembangan desa wisata juga pernah digagas oleh Presiden, sebagai upaya memajukan pariwisata Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, beberapa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh UNDIP berfokus pada pengembangan desa wisata di berbagai daerah. Beberapa kegiatan tersebut, antara lain:
- Rintisan Desa Wisata Troso Berbasis Pengembangan Usaha Kerajinan Tenun Rakyat – Kabupaten Jepara (http://kkn.undip.ac.id/?p=116668)
- Pengembangan Desa Wisata Batik di Desa Gemawang, Kecamatan Jambu – Kabupaten Semarang (http://kkn.undip.ac.id/?p=77049)
- Pengembangan Desa Wisata Tingkir Lor Kota Salatiga melalui Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah Pendukung dan Penguatan Kelembagaan Manajemen Terpadu – Kota Salatiga (http://kkn.undip.ac.id/?p=77068)
- Pemberdayaan Komunitas Kreatif-Produktif Desa Tembalang Menuju Desa Seni Unggulan dan Berdaya Saing Berbasis Kearifan Lokal (http://kkn.undip.ac.id/?p=116699)
Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut, membantu pemerintah dalam mewujudkan komitmennya terhadap SDGs, terutama dari sektor pariwisata, serta membantu masyarakat agar dapat lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal di wilayahnya.
