Bojongnangka, Pemalang, Pemalang (13/08/19). Pada hari Sabtu telah dilakukan program kerja “Pengenalan Self System Water for Plants dengan Memanfaatkan Limbah Botol Plastik”, program kerja tersebut merupakan pelatihan tentang bagaimana caranya membuat sebuah media tanam yang dapat melakukan penyiraman nya sendiri. Yang mana program ini dilakukan oleh Eka Sugiarti dari Tim II KKN 2019, kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat dapat membuat media tanam yang efisien tanpa harus mengeluarkan usaha lebih untuk merawat tanaman.

Self Watering System, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti pot yang dapat mengairi sendiri. Pot ini memanfaatkan prinsip kapilaritas untuk menjaga kondisi media tanam agar selalu lembab.

Menggunakan “Self watering system” adalah salah satu cara berkebun yang menyenangkan, hemat air dan mudah karena tidak perlu menyirami tanaman tiap hari, cukup 3-4 hari sekali mengisi bagian penampung airnya.

Self Watering System merupakan suatu sistem yang berkebun di suatu wadah atau tempat yang dibuat supaya tanaman bisa di mengairi tanaman didalamnya secara otomatis (oleh wadah itu sendiri).

Dibuat semacam penampung air yang disimpan di dalam pot, dan air ini dipergunakan untuk mengairi tanaman, sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Sistem Self Watering System dibuat sedemikian rupa agar air tidak menggenangi tanaman yang akhirnya akan membuat tanaman menjadi busuk atau over watering.

Untuk membuat Self Watering System dapat menggunakan bahan-bahan bekas yang ada disekitar kita. Misalnya saja botol mineral bekas, kaleng cat plastik, botol minyak bekas, wadah bumbu ataupun bahan plastik lainnya.