
Pagergunung, Ulujami, Pemalang (15/07/19). Pada hari Senin telah dilakukan program kerja “Edukasi Cara Membedakan Ikan Berformalin dan Tidak Berformalin”, program kerja tersebut merupakan pemberian edukasi terkait bagaimana caranya membedakan produk atau bahakan makanan yang mengandung formalin ataupun tidak. Yang mana program ini dilakukan oleh Rr Adita Khasanah dari Tim II KKN 2019, kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa lebih selektif dalam memilih suatu bahan makanan terutama ikan karena sedang maraknya penggunaan formalin pada bahan makanan khususnya yang mempunyai batasan waktu layak makan singkat.
Saat membeli ikan, pastinya kita ingin ikan yang masih bagus dan segar. Hanya saja kita juga perlu lebih berhati-hati saat membeli ikan. Jangan sampai kita membeli ikan yang ternyata mengandung formalin.
Ikan berformalin jelas sangat berisiko untuk dikonsumsi. Mengonsumsi ikan berformalin bisa sangat berbahaya untuk tubuh. Agar tidak salah membeli ikan yang berformalin, ada empat hal yang perlu diperhatikan. Berikut cara mengetahuinya.
1. Daging ikan tidak kenyal
Kalau daging ikan terasa keras dan kaku lalu mudah hancur, maka sebaiknya tidak dibeli. Coba tekan daging ikan, bila bentuknya tidak kembali seperti semula, maka bisa jadi ikannya juga bukan ikan segar. Pilih ikan yang dagingnya masih terasa kenyal, bukan yang terlalu keras apalagi yang mudah hancur.
2. Bau ikan menyengat
Hal yang lumrah jika ikan berbau amis. Tapi kalau ikan malah tidak berbau dan cenderung berbau bahan kimia, sebaiknya tidak dibeli. Kalau sudah tercium bau yang tidak enak atau bikin mual, ikan tersebut jangan dipilih.
3. Warna insang kehitaman
Coba cek warna insang ikan. Bila warnanya kehitaman dan tidak merah segar, ada kemungkinan ikan itu sudah diberi formalin. Insang ikan bisa dijadikan indikator segar tidaknya ikan tersebut.
4. Tak dihinggapi lalat
Ikan yang berformalin biasanya tidak akan dihinggapi lalat. Tapi bukan berarti ikan yang dihinggapi lalat adalah ikan yang paling bagus. Cuma kita perlu waspada jika ada ikan yang dijual di ruang terbuka tapi tak mengundang reaksi binatang di sekitarnya, seperti lalat dan kucing.
Dari warna, tekstur, dan aroma sebenarnya kita sudah bisa membedakan ikan yang berformalin dan yang tidak dengan cukup mudah.