Wiru, Minggu (14/07/2019) –  Telah berlangsung kegiatan “Pendampingan Pembuatan Sirup dengan Perbandingan Asam Amino dan Pasteurisasi Botol guna Memperlambat Kadaluwarsa Sirup Jahe” di Dusun Jrebeng Desa Wiru oleh mahasiswa KKN TIM II UNDIP. Pendampingan ini dilakukan oleh salah satu mahasiswa KKN TIM II Undip yaitu Imanuel Dosirjon, Fakultas Sains dan Matematika Jurusan Kimia. Sasaran kegiatan ini adalah UMKM Sirup Jahe “Dadi Waras” Dusun Jrebeng. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB. Proses membuat sirup jahe terdiri dari merebus bahan alami seperti  jahe emprit, adas, kumis kucing, pandan, dan gula merah. Proses pembuatan ini berlangsung selama 5 jam kemudian didinginkan sembari mensterilkan botol secara pasteurisasi. Pasteurisasi merupakan sterilisasi kuman melalui pemanasan dengan tujuan untuk membunuh bakteri. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan masa kadaluwarsa sirup jahe dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya 7 hari. “Ditambahkannya asam amino dan pasteurisasi pada proses pembuatan sirup jahe diharapkan masa kadaluwarsa sirup jahe dapat bertahan lebih lama” kata Imanuel Dosirjon.

Pada tanggal 18 Juli 2019 mahasiswa KKN TIM II UNDIP Desa Wiru mengadakan kegiatan dengan dua materi sekaligus yaitu tentang “Peningkatan Pemahaman Siswa  mengenai Dampak Penggunaan Gadget sebagai Bentuk Implementasi UU ITE” dan “Pengimplementasian UU No. 35 Tahun 2014 Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak terhadap Perundungan yang terjadi di  Lingkungan Sekolah”. Pemateri dari kegiatan ini adalah Gabriella Olivia Kristi, Fakultas Hukum. Kegiatan ini terdiri dari dua sesi dimana sesi pertama diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 pada pukul 09.00 s.d 10.30. Sedangkan sesi kedua diikuti oleh siswa kelas 4 dari pukul 10.30 s.d 12.00. Siswa-siswa mengikuti kegiatan dengan antusias karena memang materi yang dibawakan tepat dengan keadaan siswa SD N 01 Wiru. Tujuan dibawakannya materi mengenai dampak penggunaan gadget di SDN 01 Wiru yaitu agar siswa-siswa sadar mengenai apa dampak yang ditimbulkan dari penggunaan gadget yang berlebihan. Sedangkan tujuan dari materi mengenai perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah yaitu agar mencegah terjadinya perundungan (bully) di sekolah namun jika sudah terjadi diharapkan siswa-siswa dapat menjauhi dan melaporkan kepada pihak sekolah serta orang tua. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan siswa-siswa mampu menggunakan gadget dengan bijak dan tidak terlalu lama dan menjauhi perundungan di lingkungan sekolah”, kata Gabriella Olivia.

Di tanggal 20 Juli 2019 telah berlangsung kegiatan monodisiplin oleh Fitria Rahmasari mahasiswa KKN UNDIP TIM II Tahun 2019 dari Fakultas Sains dan Matematika, Jurusan Kimia dengan judul program yakni “Praktik Pengujian Kandungan Boraks pada Bahan Makanan dengan Pendeteksi Kunyit” di Dusun Krajan Desa Wiru . Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan dimulai pada pukul 13.30 WIB yang didahului pemaparan lanjut praktik pengujian, tanya jawab & sharing-sharing serta dokumentasi. Diharapkan dari program ini ibu-ibu dapat mempraktikannya, mengetahui aman dan baik bahan makanan yang selama ini dibeli serta menghimbau ibu-ibu lebih selektif dalam membeli bahan makanan.

GABY

gaby 2

fitPenulis : Mahasiswa tim II KKN Desa Wiri

Tempat : Desa Wiru, Kec. Bringin, Kab. Semarang

Editor: Nikie