odeeeeeJEPARA Permasalahan pengelolaan sampah belum baik di lingkungan Desa Tahunan sehingga masalah lingkungan seperti membakar sampah, membuang sampah sembarang ke lahan kosong, bahkan melempar ke sungai menjadi permasalahan yang masih ada di desa ini. Apabila permasalahan sampah plastik tidak dikelola dengan baik akan berdampak serius dalam jangka pendek hingga jangka panjang pada lingkungan. Perlu adanya pengelolaan sampah yang baik dan kreativitas untuk dapat mengubah sampah menjadi barang bermanfaat. Hal tersebut mendorong Mahasiswa KKN Tim II Undip dalam pemanfaatan botol plastik bekas sebagai alternative verticulture sekaligus membantu dalam penghijauan desa. Program ini linear dengan program yang diadakan desa yakni pemanfaatan tanah pekarangan sebagai penghijauan. Verticulture merupakan bercocok tanam secara vertical atau dengan cara digantung. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 4 Agustus 2019 dengan dilakukan demo pembuatan verticulture di Kantor Balai Desa Tahunan. Kegiatan tersebut mendapat antusias warga yang sekaligus hadir dalam jalan sehat Desa Tahunan. Hal ini diperkuat dengan ajakan Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) mengeluarkan peraturan menteri (Permen) yang mengatur tentang produsen untuk merancang kembali kemasannya agar tidak single use dan tidak menggunakan plastik yang recycable dan reusable. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan menyerukan agar sampah plastik yang digunakan sebisa mungkin untuk dimanfaatkan lagi dan tidak dibuang sembarangan agar tidak mencemari laut, menganggu biota laut di dalamnya.

odeee

Selama ini Desa Tahunan dan mungkin daerah lainnya, membuang sampah botol plastik ataupun dikumpulkan di Bank Sampah yang dikelola oleh KWT (Kelompok Wanita Tani). Inovasi pada kegiatan ini selain bermanfaat dalam recycle sampah, namun juga hadir menjawab permasalahan lingkungan secara global yakni penanggulangan efek rumah kaca dengan melakukan Penghijauan. Setidaknya, inovasi ini bermanfaat dalam mengajak setiap KK untuk menanam satu pohon di rumah. Pohon yang ditanam di kantor balai desa meliputi jenis Lamtana, Daun Ungu, Daun mint, Rambut Putri, Strawberry, Bunga pukul Sembilan, Terong dan lain sebagainya. Melihat hal tersebut Sekretaris Desa Tahunan mengatakan secara tidak langsung pada kegiatan positif ini harapannya dapat menular kepada warga dan dapat menambah semangat warga dalam penghijauan Desa.