(05/08) Tepung tulang ikan mengandung unsur penyusun tulang berupa kalsium, fosfor dan bahan-bahan yang mengandung nitrogen seperti asam-asam amino pembentuk protein kolagen. Kalsium dibutuhkan untuk proses pembentukan dan perawatan jaringan rangka tubuh serta beberapa kegiatan penting dalam tubuh seperti pembekuan darah, kontraksi otot, menjaga keseimbangan hormon dan katalisator pada reaksi biologis.
Salah satu dampak dari defisiensi kalsium yang sekarang ini banyak terjadi adalah osteoporosis. Pemanfaatan tepung tulang ikan dapat dilakukan dalam bentuk pengayaan sebagai salah satu upaya fortifikasi zat gizi dalam makanan.
Tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro melihat peluang pada Desa Gunungsari karena warga disini lebih sering mengonsumsi ikan. Melihat dari letak geografis nya yang dekat dengan laut. Sehingga Rizka Tania Putranti, selaku mahasiswa Universitas Diponegoro mencoba untuk memberikan pelatihan terkait pembuatan TERI (Tepung Ikan Ramah Lingkungan)

Diharapkan dari kegiatan ini, dapat memberikan sebuah alternatif bagi warga untuk untuk mengurangi limbah tulang ikan yang menjadi masalah utama di Desa Gunungsari.