Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat KKN Undip tanggal 29 Juli 2019, melakukan Pelatihan Mengenai cara Memilih dan Mempertahankan Kesegaran Ikan Lele dan Memanfaatkan Kulit Ikan Lele Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi untuk dapat memberikan pelatihan dan juga pendampingan kepada masyarakat Desa Candigaron Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang.

Ikan lele merupakan ikan populer yang banyak sekali dikonsumsi oleh warga masyarakat. Produksi ikan lelepun juga berlimpah, salah satu kendala adalah bagaimana mempertahankan kesegaran ikan hingga dikonsumsi oleh masyarakat.

Penanganan dan penempatan ikan lele secara higienis merupakan prasyarat dalam menjaga ikan dari kemunduran mutu karena baik buruknya penanganan akan berpengaruh langsung terhadap mutu ikan lele sebagai bahan makanan atau bahan baku untuk pengolahan lebih lanjut. Demikian juga penempatan ikan pada tempat yang tidak sesuai, misalnya pada tempat yang bersuhu panas, terkena sinar matahari langsung, tempat yang kotor dan lain sebagainya akan berperan mempercepat mundurnya mutu ikan. Penanganan ikan lele segar bertujuan mempertahankan kesegaran ikan dalam waktu selama mungkin. Atau setidak-tidaknya kondisi ikan masih cukup segar pada saat sampai ditangan konsumen masyarakat.

Hal yang lain adalah pengolahan lebih lanjut dari ikan lele misalnya kulit ikan lele dapat menjadi produk bernilai jual tinggi. Limbah kulit dan sirip ikan lele dapat diolah menjadi makanan ringan seperti keripik yang rasanya tidak kalah enak dengan dagingnya. Nilai jualnya juga dapat tinggi jika dikemas secara baik dan menarik.

Lele mengandung lisin dan glutamate yang cukup tinggi, sehingga kerupuk lele mempunyai rasa gurih yang khas membedakan dengan krupuk lainnya. Kulit ikan lele juga tidak kalah bergizi dengan dagingnya. Mengandung 69,6% air; 26,9% protein; 2,5?u dan 0,7% lemak. Selain itu sirip ikan lele terasa lebih renyah karena berupa tulang rawan.