Kaloran, Temanggung (8 Juni 2019), Universita Diponegoro dipimpin Dr. Diana Nur Afifah, S.TP., M.Si. melaksanakan Pengabdian Masyarakat Kabupaten Temanggung dengan pendampingan penatakelolaan Desa Beluk menjadi sentra olahan nanas bereputasi nasional melalui implementasi iptek. Produksi sirup Nanas Madu saat ini masih sangat terbatas baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Hal ini disebabkan teknologi proses masih konvensional dengan peralatan yang reltif sederhana. Pengupsan nanas masih menggunakan pisau dapur dan hal ini membutuhkan waktu yang lama. Proses pasteurisasi yang dilakukan masih bersifat konvensional, sehingga menyebabkan produk sirup Nanas Madu yang dikemas tidak tahan lama dan cepat rusak, proses pengadukan yang masih dilakukan secara manual.

Tanaman nanas madu banyak dibudidayakan pada lahan kering di Desa Beluk Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Masyarakat diberikan pelatihan dan pendampingan penggunaan alat sampai bisa memakai dan merawat mesin. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian ini adalah peningkatan produktivitas UKM tersebut dengan menerapkan proses produksi higienis dan otomatis. Hal ini dalam rangka memecahkan permasalahan yang dihadapi UKM, dan mengemasnya menjadi konsep Desa Mitra.