Semarang (Juli,2019) – Tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro mengadakan sebuah kegiatan pembelajaran penerjemahan Foklor untuk pengembangan pariwisata di SMK Negeri 6 Semarang. Tujuan dari kegiatan ini adalah siswa mempraktikan penerjemahan berbasisfolklor dalam tiga bahasa sebagai wahana pengembangan promosi pariwisata setempat. Kegiatan dilakukan di salah satu ruang kelas yang ada di sekolah tersebut dan dihadiri oleh siswa yang bersangkutan.

Folklor dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris dalam bidang penerjemahan. Salah satu folklor yang digunakan sebagai materi pembelajaran adalah legenda “Asal-usul Kutha Jepara”. Penerjemahan folklor dalam tiga bahasa Jawa-Indonesia-Inggris bermanfaat digunakan sebagai alat untuk mengembangkan promosi wisata budaya lokal seperti folklor Jepara. Belajar menerjemahkan folklor dari bahasa Jawa sebagai bahasa sumber, kedalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebagai bahasa sasaran berkaitan dengan perluasan komunikasi dari ranah lokal, ke ranah nasional dan internasional. Dengan demikian, pembelajaran menerjemahkan folklor berhubungan dengan pengembangan pariwisata terutama dalam promosi wisata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Oleh sebab itu, menerjemahkan folklor sangat besar perannya dalam mengembangkan pariwisata.