
Tambaksari (Juni, 2019) – Potensi Kabupaten Kendal, Propinsi Jawa Tengah sangat potensial untuk pengembangan produk lele unggul jenis Sangkuriang (Clarias gariepinus). Produksi yang dihasilkan dari kegiatan perikanan tahun 2016 di Kabupaten Kendal mencapai 339 ribu ton. Produksi perikanan darat sebesar 75-88 ribu ton dengan nilai produksi mencapai 0,88 triliun dan 91,90 milyar rupiah (BPS, 2016). Desa Tambak Sari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal ditetapkan sebagai kawasan ”Kampung Lele”, memiliki potensi sebagai daerah produksi lele Sangkuriang dikarenakan sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai pembudidaya ikan. Dari data Kecamatan Rowosari Dalam Angka 2017, produksi perikanan Desa Tambak Sari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal mencapai 25 ton (BPS, 2016). Kelompok pembudidaya ikan Sido Makmur (UKM-1) dan Sido Rukun (UKM 2) sebagai mitra dalam kegiatan Penguatan Komoditi Unggulan Masyarakat (PKUM) berada di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.
Luaran dari kegiatan PKUM adalah peningkatan pendapatan, peningkatan kualitas atau kapasitas produk, peningkatan efisiensi proses atau bahan baku, penghematan biaya produksi, kenaikan aset dan omset, dan perluasana jaringan pemasaran, kehandalan sumber daya manusia, dan manajemen usaha, publikasi pada seminar atau jurnal nasional serta publikasi pada media cetak atau elektronik.