
Kandangan, Temanggung(04/07/19). Pada hari Kamis telah dilakukan program kerja pengabdian masyarakat “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Kecamatan Kandangan”, program kerja pengabdian tersebut merupakan kegiatan pemasyarakatan untuk mengelola limbah rumah tangga. Yang mana program ini dilakukan oleh Lintang Dian Saraswati, S.KM., M.Epid dari Pengabdian Masyarkat Tim II KKN 2019, kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum. Kegiatan ini dilakukan masyarakat dapat mengelola secara mandiri limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga nya masing-masing, sehingga lingkungan hidup sehari-hari menjadi lebih sehat.
Ternyata seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, limbah domestik (rumah tangga) justru menjadi penyumbang terbesar. Tidak hanya limbah padat seperti sampah plastik, kardus sampai bahan makanan sisa yang terlihat mengapung di permukaan sungai, akumulasi limbah cair domestik dalam jumlah yang besar juga menyumbang pencemaran sungai. Ini menjadi masalah hampir di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Palembang.
Limbah cair yang dihasilkan dari rumah tangga secara umum ada tiga:
- Pertama, grey water yaitu limbah cair yang bukan berasal dari kotoran manusia, bisa dari air mandi, air bekas mencuci pakaian atau piring yang mengandung bahan kimia seperti sabun dan deterjen, dan limbah minyak goreng.
- Kedua, black water yaitu limbah yang berasal dari kotoran manusia.
- clear water yaitu limbah hasil tetesan AC dan kulkas.
Apabila limbah black water lebih mudah diatasi dengan pembuatan septic tank sehingga dapat terurai dengan sendirinya di lingkungan, maka grey water yang akan mengalir ke saluran pembuangan akhir (got) inilah yang biasanya menimbulkan banyak masalah. Menurut Efdinal, Kepala Perwakilan BPK Provinsi DKI Jakarta, 70-80 % pencemaran air di Jakarta disumbang oleh limbah grey water yang langsung dibuang ke saluran drainase tanpa diolah terlebih dulu. Akibatnya, sungai yang menjadi tempat bermuaranya selokan warnanya menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk. Selain bisa menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain