Reportase Ecobrick 1

Desa Mangunan pada Sabtu (27/7), anggota Tim II KKN Undip Erick Hasibuan dari jurusan Ilmu Kelautan memberikan presentasi dan juga praktek pembuatan ecobrick.

Sudah sejak lama banyak digaungkan tentang bahaya sampah plastik. Selain tidak bisa terurai secara biologis sampah plastik yang tidak diolah dengan baik juga bisa menimbulkan berbagai wabah penyakit. Solusi untuk mengatasinya adalah dengan mengurangi penggunaan Single Use Plastic atau dengan mengolah sampah plastik menjadi produk lain yang lebih berguna. Salah satu produk hasil olahan sampah plastik adalah ecobrick.

Reportase Ecobrick 2

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biologis untuk membuat suatu produk yang dapat digunakan kembali. Contoh pemanfaatan ecobrick adalah menjadi kursi dan meja belajar ataupun pengganti batu bata. Melalui pertemuan rutin ibu-ibu di Desa Mangunan pada Sabtu (27/7), anggota Tim II KKN Undip Erick Hasibuan dari jurusan Ilmu Kelautan memberikan presentasi dan juga praktek pembuatan ecobrick.

Dengan menggunakan botol air mineral bekas ukuran 1500 ml, sampah plastik, dan sumpit yang sudah disediakan, ibu-ibu terlihat antusias membuat ecobrick. Pertama-tama sampah plastik dipotong-potong, lalu dimasukkan ke dalam botol. Setelah itu sampah dipadatkan dengan menggunakan sumpit atau tongkat. Botol-botol yang sudah terisi penuh oleh sampah bisa saling direkatkan dengan lem tembak hingga menjadi meja atau bangku.