Tuntang, 25 Juli 2019 – Tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang telah melaksanakan kegiatan berupa edukasi kepada anak-anak untuk anti dengan berita hoax dan hate speech agar kualitas komentar pada media sosial meningkat. Kegiatan ini diadakan di salah satu SMA di desa setempat. Pemilihan tempat didasarkan karena masa remaja merupakan masa dimana rasa ingin tahu akan sesuatu tinggi apalagi yang bersinggungan dengan media sosial. Apalagi ditambah media sosial sekarang belum terfilter secara maksimal antar berita hoax dan benar dan salah satunya penggunanya adalah para remaja. Maka dari itu, untuk mencegah adanya penyalahgunaan di media sosial terutama pada umur remaja, tim mengadakan kegiatan tersebut di lingkungan SMA.

Kegiatan ini sangat didukung oleh pihak setempat seperti perangkat desa, warga, kepala sekolah, guru, dan murid-murid yang bersekolah di SMA tersebut. Tim diberi kesempatan untuk bertatap muka dengan salah satu kelas yang ada di SMA tersebut untuk memberi sedikit edukasi tentang hoax dan hete speech. Diawali dengan materi dari Febi Eninta Br Munthe salah satu mahasiswa dari tim pengabdian masyarakat, dan dilanjutkan dengan sharing session agar forum terlihat lebih hidup. Tak lupa tim pengabdian mengadakan kuis berhadiah untuk menambah semangat para peserta dan untuk mengetahui sampai mana pemahaman peserta mengenai materi yang sudah disampaikan.