
Kambangan, Blado, Batang (22/07/19). Pada hari Senin telah dilakukan program kerja “Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Dengan Memanfaatkan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket”, program kerja tersebut merupakan pemberian edukasi tentang bagaimana cara membuat briket dari sekam padi. Yang mana program ini dilakukan oleh Fadilah Nugroho dari Tim II KKN 2019, kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat dapat mengurangi limbah sekam padi yang tidak terkelola, dan harapannya dengan membuat briket dari sekam padi ini masyarakat dapat menggunakan briket sebagai penunjang kehidupan sehari-hari.
Pada proses penggilingan padi, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Kadar sekam adalah 20-30% dari bobot gabah yang digiling, dedak atau abu 15 %, dan beras giling 50-53,5 %. (Hambali dkk, 2007).
Sekam padi kebanyakan dibuang dan dibakar. Banyak petani yang belum mampu memanfaatkan karena minimnya kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan adalah pencemaran lingkungan karena sekam padi tidak dapat terelakkan.