
Desa Pacing, 24 Juli 2019 – Telah dilakukan program kerja “Pengelolaan Limbah Plastik Rumah Tangga Menjadi Ecobrick”, program kerja tersebut merupakan pelatihan tentang bagaimana caranya memanfaatkan limbah plastik menjadi bahan guna ecobrick. Yang mana program ini dilakukan oleh Putri Nur Anggraini dari Tim II KKN 2019, kegiatan ini ditujukan untuk anak-anak sekolah. Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat dapat mengurangi sampah plastik yang ada di lingkungan sekitar dan memanfaatkan kembali untuk sesuatu yang lebih berguna sejak dini, harapannya dengan adanya kegiatan ini sampah plastik di lingkungan masyarakat akan berkurang dan ecobrick menjadi salah satu alternatif bahan bangunan dalam pengaplikasiannya.
“Eco” dan “brick” artinya bata ramah lingkungan. Disebut “bata” karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan. Maka dari itu ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Juga dikenal sebagai Bottle Brick atau Ecoladrillo. Solusi limbah lokal ini mulai disebut Ecobrick oleh gerakan masyarakat yang berkembang di seluruh dunia.