Desa Lanjan, 11 Juli 2019 – Desa Lanjan memiliki warga dengan berbagai macam profesi baik dari budidaya hewan ternak sampai dengan pertanian. Salah satunya adalah budidya ikan lele dan sayuran. Tim melihat ada beberapa cara bidaya lele dan sayuran yang masih kurang efektik digunakan. Melihat hal tersebut, tim pengabdian masyarakat Universitas Diponegoro memberikan sedikit edukasi tentang sistem pengelolaan yang dapat membuat budidya tersebut memiliki hasil yang memuaskan yaitu dengan akuaponik. Bahkan tim sampai mengedukasi warga pemiliki budidaya tersebut tentang bagaiamana persiapan, alat, bahan, dan cara merawat sistem akuaponik agar berjalan dengan baik.

Akuaponik sendiri adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik. Dalam akuakultur yang normal, ekskresi dari hewan yang dipelihara akan terakumulasi di air dan meningkatkan toksisitas air jika tidak dibuang. Dalam akuaponik, ekskresi hewan diberikan kepada tanaman agar dipecah menjadi nitrat dan nitrit melalui proses alami, dan dimanfaatkan oleh tanaman sebagai nutrisi. Air kemudian bersirkulasi kembali ke sistem akuakultur. Karena sistem hidroponik dan akuakultur sangat beragam bentuknya maka sistem akuaponik pun menjadi sangat beragam dalam hal ukuran, kerumitan, tipe makhluk hidup yang ditumbuhkan, dan sebagainya.