
Pati, 17 Februari 2019 – Limbah minyak jelantah merupakan limbah umum rumah tangga hasil dari sisa – sisa penggorengan. Minyak jelanjah sisa penggorangan terkadang akan dibuah karena beberapa faktor, seperti kejernihan minyak, bau, rasa ataupun sudah terlalu kotor. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro desa Ngetuk mengadakan Bimbingan Pemanfaatan Mintak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Cair untuk ibu – ibu PKK desa Jrahi.
Pembuatan sabun cuci cair dengan minyak jelantah diawali dengan pengumpulan minyak jelantah dan masukan arang panas selama 2 malam kemudian tiriskan. Setelah itu ditambahkan dengan cairan NaOH kedalam minyak jelantah yang telah direndam dengan arang panas. Sabun cuci cair yang telah selesai dapat dipergunakan untuk mencuci peralatan makanan dan peralatan dapur. Selain itu adanya penggunaan kembali minyak goreng yang telah diubah menjadi Sabun Cuci Cair dapat mengurangi limbah yang dihasilkan oleh rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan desa Ngetuk.