Image and video hosting by TinyPic

Gunungwungkal – Senin, 4 Februari 2019 kader PKK di Desa Gunungwungkal mengikuti kegiatan pelatihan pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UNDIP. Berbarengan dengan kegiatan rutin PKK desa yang jatuh pada tanggal 4 setiap bulannya, mahasiswa melakukan pelatihan pengelolaan pengorganisasian bank sampah, sampah organik dan sampah anorganik. Kegiatan dihadiri oleh ketua PKK yaitu ibu kepala desa Gunungwungkal ibu Sukasri serta jajaran kader PKK lainnya. Kegiatan dibuka oleh sambutan dari ketua PKK yang memberikan pengarahan kepada semua ibu-ibu yang datang mengenai hasil rapat koordinasi dengan PKK kecamatan tentang bantuan untuk warga miskin, sosialisasi penggunaan garam beriodium dan penyelesaian administrasi PKK sebagai persiapan pembinaan PKK dari Kabupaten. Setelah sambutan dan penyelesaian pembayaran administrasi PKK, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan yang dilakukan oleh mahasiswa.

Pelatihan dibuka dengan materi pengorganisasian bank sampah yang harapannya bisa menjadi cikal bakal terbentuknya organisasi bank sampah desa Gunungwungkal yang diprakarsai oleh kader PKK. Kader PKK nampak antusias untuk mengikuti sesi materi pengorganisasian bank sampah yang disampaikan oleh mahasiswa kesehatan masyarakat dan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Meteri selanjutya yang diajarkan dalam pelatihan adalah pengolahan sampah organik berupa daun dan sampah sayur serta buah menjadi pupuk kompos dengan teknik keranjang Takakura yang berasal dari Negara Jepang. Pelatihan Keranjang Takakura disampaikan oleh mahasiswa dari jurusan sastra Jepang dengan langsug membawa prototype dari Keranjang Takakura. Selain peyampaian materi tentang Keranjang Takakura, para kader PKK juga diajarkan langsung cara membuat pupuk kompos dari Keranjang Takakura dan beberapa ibu-ibu langsung ikut mencoba mempraktekkan langsung.

Materi terkahir yang disampaikan adalah mengenai pengolahan sampah anorganik sampah menjadi ecobrick yang dapat dimafaatkan menjadi bangunan, bangku ataupun meja. Materi ecobrick ini disampaikan oleh mahasiswa dari jurusan kesehatan masyarakat yang langsung membawa contoh hasil ecobrick yang berasal dari sampah di desa Gunungwungkal. Pelatihan ecobrick ini mendapat respon yang positif dari para kader dan ketua PKK dengan ikut mempraktekkan langsung cara membuat ecobrick dengan memasukkan sampah-sampah plastik ke dalam botol plastik yang nanti dapat digunakan sebagai bata untuk bangunan. Pelatihan yang dilaksanakan oleh mahasiswa mendapat respon yang sangat positif dari para kader dan akan segera diparktekan di rumah masing-masing dan di wilayah desa Gunungwungkal. Kegiatan PKK dan pelatihan ditutup dengan kesimpulan yang disampaikan oleh ketua PKK yang akan melakukan kegiatan pembuatan ecobrick kepada para siswa di SD dan dihimbau para ibu-ibu membuat keranjang Takakura di rumah masing-masing.

Editor: Ratih Indraswari, SKM, M.Kes