KKN Undip 2019 TIM 1, Desa Kesesirejo – Minyak jelantah merupakan minyak yg dihasilkan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan. Masyarakat desa kesesirejo, terutama ibu-ibu sangat minim pengetahuan akan bahaya penggunaan minyak sisa penggorengan (minyak jelantah) yang digunakan secara berulang kali.
Hampir semua ibu rumah tangga menggunakan minyak goreng hmpir 5 sampai 6 kali penggorengan . Apabila digunakan berulang kali, minyak jelantah sangat berbahaya bagi kesehatan seperti dapat menyebabkan kanker, tenggorokan gatal, dan penyakit lainnya. Dalam sebuah penelitian di Cina,Asap hasil penggorengan ketika terhirup juga lama kelamaan dapat menyebabkan kanker paru-paru.
Limbah minyak tidak dapat dibuang sembarangan dilingkungan karena dapat merusak kesubuan tanah. Nah, bagaimana solusinya? Minyak jelantah dapat diubah menjadi bahan bakar bio solar. Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan sabun dari minyak jelantah sangat mudah. Sebelum dibuat menjadi bahan dasar sabun, minyak jelantah harus dimurnikan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa gorengan, menghilangkan bau , serta warna keruh dari minyak jelantah.
Bahan yang digunakan untuk memurnikan minyak sisa penggorengan (jelantah) yaitu arang kayu. Arang kayu digunakan karena mudah ditemukan di desa kesesirejo. Minyak jelantah dimurnikan dengan cara menghaluskan arang sampai menjadi serbuk kemudian dimasukkan ke dalam minyak jelantah , di campur dan di endapkan selama semalaman. Setelah itu minyak jelantah tsb disaring menggunakan kertas saring, sehingga minyak jelantah menjadi lebih baik dari sebelumnya , tanpa bau dan lebih jernih. Minyak yg telah dimurnikan tadi dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun. Bahan pembuatan sabun meliputi NaOH (soda api), pewarna makanan , serta bibit parfum. Minyak jelantah yang sudah murni, dicampur dengan larutan NaOH dengan perbandingan 1 : 1. Pada segelas air, dimasukkan 3 sdm NaoH.
NaOH atau soda api dapat ditemukan di toko bangunan maupun toko kue. Setelah minyak jelantah dicampur dengan larutan NaOH, bahan diaduk selama kurang lebih 30 menit sampai berubah warna menjadi keputihan dan mengental. Bahan yang telah telah diaduk kemudian di beri tambahan perwarna makanan serta bibit parfum. Bibit parfum dapat diganti dengan minyak zaitun. Setelah semua bahan dicampur, cetak bahan dan di diamkan selama semalam untuk proses pengerasan. Atau dapat juga di simpan dalam lemari es supaya memercepat proses pengeringan. Sabun yang telah mengering dikemudian di simpan kedalam plastik dalam beberapa hari yang disebut dengan proses saponifikasi (proses penyabunan). sabun yang digunakan lebih aman dan murah dibanding dengan sabun dipasaran. Setelah di pakai untuk mencuci tangan, tangan menjadi lebih keset dan bersih.
Selain menanggulangi dampak negatif dari limbah minyak sisa penggorengan, sabun yang berasal dari minyak jelantah ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga di desa kesesirejo apabila digunakan untuk home industry.