Pada Sabtu (19/1/2019) masyarakat Desa Gunungwungkal berbondong-bondong menuju kantor balai desa Gunungwungkal untuk mengikuti Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Kegiatan yang dilakukan pada hari Sabtu pagi tersebut merupakan kegiatan Posbindu pertama yang dilakukan di Desa Gunungwungkal. Masyarakat nampak antusias untuk mengikuti kegiatan Posbindu yang dilakukan sebagai salah satu program Puskesmas yang bekerja sama dengan pemerintah desa, bidan desa serta para kader posbindu yang berasal dari masyarakat. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB di balai Desa Gunungwungkal yang berlokasi di belakang Pasar Gunungwungkal. Kegiatan dihadiri oleh 30 peserta dan juga dihadiri oleh perangkat desa dan Kepala Desa Gunungwungkal, Bapak Surasmin.
Posbindu dimulai dengan sambutan pembukaan dari dokter Puskesmas yang menjelaskan secara singkat mengenai Posbindu dan mekanisme pelayanannya. Setelah kegiatan Posbindu dibuka oleh dokter Puskesmas, dilanjutkan sesi penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN yang berada di Desa Gunungwungkal. Materi penyuluhan yang dibawakan adalah terkait masalah sampah dan penyakit yang bersumber dari tidak dikelolanya sampah dengan baik. Materi tentang sampah dipilih karena kondisi sampah di Desa Gunungwungkal masih menjadi permasalahan yang cukup serius dan belum dapat ditemukan solusi yang paling tepat. Setelah dilakukan penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama seluruh masyarakat peserta Posbindu yang dipimpin oleh mahasiswa KKN Undip di Desa Gunungwungkal.

Kegiatan kembali dilanjutkan setelah semua masyarakat melakukan senam bersama, yaitu kegiatan pemeriksaan kesehata secara gratis. Cek kesehatan yang disediakan adalah cek berat badan, tinggi badan, tekanan darah dan konsultasi kesehatan yang dilakukan dokter dan bidan desa. Alur pertama yang dilakukan masyarakat adalah mendaftarkan diri kepada kader Posbindu yang selanjutnya akan diberikan kertas berisi identitas dan isian hasil cek kesehatan yang akan diisikan setelah melakukan cek kesehatan. Setelah melakukan pendaftaran masyarakat melakukan penimbangan berat badan dan pengkuran tinggi badan. Untuk hasil berat dan tinggi badan kemudian diisikan pada kertas yang sudah diberikan kader dan dilaporkan pada penjaga meja untuk dilakukan pencatatan sebagai arsip pengurus. Urutan terakhir yang dilakukan masyarakat adalah melakukan tekanan darah dengan dokter dan sesi konsultasi kesehatan yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan memberikan obat atau rujukan jika diperlukan.
Editor: Ratih Indraswari, SKM, M.Kes