Universitas Diponegoro merupakan salah satu universitas terbesar di Indonesia. Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan administrasi dan perkuliahan Universitas Diponegoro menempati areal tanah seluas 135 ha yang mana pusat kegiatan administrasi berada di kampus Tembalang. Dengan tingkat kegiatan akademik yang cukup padat, Universitas Diponegoro menghasilkan limbah padat, khususnya limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca.

Sebagai upaya pengelolaan lingkungan hidup dengan pengurangan emisi di lingkungan Universitas Diponegoro maka perlu dilakukan studi mengenai jejak karbon yang merupakan satu indicator dalam perhitungan karbon. Pada penelitian ini pengambilan lokasi studi kasus dilakukan di kampus utama Universitas Diponegoro Tembalang, Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk memprakirakan besaran jejak karbon yang dihasilkan dari sektor limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan didasarkan pada bedoman IPCC, setelah itu dilakukan pemetaan dari besar jejak karbon yang telah dihitung sebelumnya untuk mengetahui konsentrasi jejak karbon dari sektor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Universitas Diponegoro dengan menggunakan software ArcGIS, selanjutnya merencanakan upaya pengelolaan limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) guna mengurangi besaran jejak karbon yang dihasilkan.

Peneliti Utama: Nadya Saphira (S-1 Teknik Lingkungan)
Pembimbing: Ir. Winardi Dwi Nugraha, M.Si dan Prof. Dr. Ir.Syafrudin, CES, M.T