Material diffuser-absorber dari serat alam enceng gondok dan serabut kelapa ini diciptakan oleh Dr. Erni Setyowati, MT, Prof.Dr.Ing.Ir. Gagoek Hardiman, Ir. Purwanto, MT, M.Sc, Ir. Sugeng Tirta Atmaja, Mt., dan Edward E Pandelaki., ST, MT, Ph.D dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Memiliki tebal 1,5 cm dapat dikategorikan ke dalam absorber yang baik, terutama pada frekuensi 2000 Hz – 3250 Hz. Koefisien tertinggi (puncak) terekam pada frekuensi 2500 Hz (2,5k). Material diffusorber serabut kelapa tebal 3 cm memiliki kemampuan sebagai absorber terutama pada frekuensi-frekuensi 1500 – 2500 Hz dan 4500 – 5500 Hz. Kegunaannya sebagai elemen pelapis interior dan perkerjaan arsitektural dalam bangunan.

Komposit dari serat alam (enceng gondok, serbuk gergaji, serabut kelapa). FRP (komposit) enceng gondok dengan tebal 1,5 cm memiliki rentang koefisien absorpsi antara 0,010-0,180. Koefisien absorpsi tertinggi dicapai pada frekuensi 5000 Hz (5k) dengan nilai koefisien absorpsi 0.180. Komposit serabut kelapa dengan tebal 3 cm memiliki rentang koefisien absorpsi antara 0.010 – 0.150. Koefisien absorpsi tertinggi dicapai pada frekuensi bunyi 2000 Hz dan 4000 Hz. Kegunaan material ini sebagai wall panel, top table, dan wall treatment.
Bata nano bagas ash dengan kerapatan 1,76 – 244 gram/cm³, kuat tekan 133,33 – 166,00 kg/cm². Kemampuan akustik material: memiliki kemampuan absorpsi suara yang sangat baik pada rentang bunyi 2k-3,5k dengan nilai koefisien absorpsi 0,3 – 0,8. Absorpsi terbaik tercatat pada frekuensi sekitar 2,625 Hz.